fixmakassar.com – Gerbong transformasi mulai bergerak di PT Kereta Api Indonesia (Persero). Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dengan sigap menyambut titah Presiden Prabowo Subianto untuk menata ulang kawasan di sepanjang bantaran rel, khususnya di Senen, Jakarta Pusat. Mandat ini bukan sekadar perintah, melainkan sebuah panggilan untuk membangun hunian layak bagi masyarakat yang selama ini hidup di "garis batas" perkeretaapian.
Bobby menjelaskan, KAI kini tengah menjelajahi peta jalan baru, menyiapkan solusi hunian yang komprehensif. Langkah awal yang akan mereka ambil adalah mengamankan area sekitar rel dan melakukan inventarisasi mendalam terhadap kawasan serta warga yang mendiaminya. Ini adalah fondasi awal sebelum penataan masif dimulai dari Senen dan kemudian diperluas ke seluruh jalur KAI yang memiliki kondisi serupa, layaknya menanam benih perubahan di tanah yang subur.

"KAI berkomitmen penuh mendukung instruksi Presiden. Kami akan melakukan inventarisasi permukiman warga dan pengamanan area," ujar Bobby, seperti dikutip fixmakassar.com pada Jumat (27/3/2026). Ia menambahkan, koordinasi erat telah terjalin dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk solusi jangka pendek, sementara untuk langkah jangka panjang, KAI akan merajut kerja sama dengan berbagai kementerian dan pihak terkait lainnya. Penataan ini bertujuan ganda: menghadirkan hunian yang manusiawi dan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman serta tertib di sekitar jalur vital kereta api.
Untuk kawasan Pasar Senen, KAI akan memulai dengan pengecekan dan kajian lanjutan, sebuah langkah presisi sebelum meluas ke titik-titik lain. Visi besarnya adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat, menghubungkan mereka dengan pusat-pusat ekonomi, dan membuka gerbang akses terhadap peluang-peluang baru di sekitar jalur rel. "Penataan permukiman ini adalah kunci untuk lingkungan yang lebih layak dan memperkuat keselamatan perjalanan kereta api, sebuah simbiosis yang saling menguntungkan," tambah Bobby, menggambarkan bagaimana dua tujuan besar ini berjalan beriringan.
KAI sendiri memiliki aset lahan perkeretaapian yang sangat luas, mencapai lebih dari 327 juta meter persegi, sebuah "lautan" potensi untuk pengembangan hunian. Khusus di wilayah Jabodetabek, potensi ini bahkan bisa mencapai sekitar 131 ribu unit hunian, terutama di area yang terhubung dengan simpul-simpul transportasi. Ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih terstruktur dan berdaya bagi masyarakat di sekitar rel.






