TERUNGKAP! Ini Alasan Polisi Tolak Laporan Balik Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di KPI

Yasmine Muntazah - Sabtu, 11 September 2021, 17:41 WIB

Ilustrasi koban kekerasanIlustrasi koban kekerasan/Pexels/Josie Stephens

FIXMAKASSAR.COM - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus yang mengungkapkan alasan penolakan laporan balik teduga pelaku Pelecehan Seksual di KPI.

Laporan ditolak lantaran perkara yang melibatkan terduga pelaku pelecehan EO dan RT tengah dalam penyelidikan Polres Metro Jakarta Pusat.

Menurut Yusri EO dan RT dapat membuat laporan lain jika perkara Pelecehan Seksual yang menjeratnya telah selesai diusut. Serta keduanya terbukti tidak terlibat dalam aksi tersebut.

Baca juga: Ini Alasan Lisa BLACKPINK Masukkan Budaya Thailand di MV Debut Solonya

"Tapi, jika kasusnya berlanjut dan dia diputuskan bersalah, bagaimana mungkin bisa membuat laporan pencemaran nama baik? Kan memang sudah dinyatakan bersalah," katanya.

Sebelumnya diketahui, pengacara EO dan RT mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat, 10 September 2021 kemarin. 

Melalui pengacaranya, kedua terduga pelaku Pelecehan Seksual itu ingin membuat laporan pencemaran nama baik. Namun ditolak lantaran perkara masih dalam proses penyelidikan.

Yusri menjelaskan, apabila kasus selesai dan hasilnya EO dan RT dinyatakan bersalah, maka keduanya tak dapat melaporkan MS atas pencemaran nama baik.

Baca juga: LINK NONTON Hometown Cha Cha Cha Episode 5: Cinta Segitiga Yoon Hye Jin, Hong Doo Shik dan Ji Sung Hyun

Terpisah, Ketua tim kuasa hukum korban  pelecehan seksual di KPI Pusat, Mehbob mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya menolak laporan tersebut.

Mehbob menyebut, penolakan laporan tersebut menunjukkan proses hukum perkara pelecehan seksual berada di jalan yang benar.

"Kami apresiasi Polda Metro Jaya yang telah menolak laporan dari EO dan RT yang diwakili oleh pengacaranya Denny Hariatna," ujarnya. 

"Ini sangat menunjukkan bahwa polisi bekerja secara objektif, profesional serta menjunjung tinggi konstruksi hukum perlindungan korban," kata Mehbob.

Seperti diketahui, dugaan pelecehan seksual sesama jenis dan perundungan terjadi di kantor KPI Pusat, Jakarta, terhadap korban berinisial MS.

MS mengaku kejadian itu membayangi dirinya selama bertahun-tahun sejak bekerja di KPI.

Menurutnya, sejak awal terdapat rekan kerja senior yang mengintimidasi dan memaksa dirinya untuk membeli makan selama bekerja. MS merasa diperlakukan secara rendah dan ditindas oleh rekan-rekan kerjanya seperti budak.

Baca juga: Lirik Lagu Money Milik Lisa BLACKPINK Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia

Ia bercerita, pada 2015 para pelaku perundungan itu mulai melakukan pelecehan seksual. Mereka memegangi kepala, tangan, kaki hingga menelanjangi korban. Bahkan, para pelaku mencoret-coret kelaminnya menggunakan spidol

Atas kejadian itu membuat dirinya merasa trauma dan rendah diri.

Ia tak bisa melawan aksi perundungan yang dilakukan secara ramai-ramai itu.

Setahun berlalu, ia masih merasa stres akibat perlakuan para seniornya di kantor. Ia mengatakan sering berteriak tanpa sebab dan mengingat masa-masa pelecehan tersebut.#

Editor: Muh Irham Abyansyah

Sumber: Pmj News

tags
Artikel Rekomendasi
terpopuler
sorot