Berita  

TERUNGKAP! Beras RI Siap Guncang Pasar Arab Saudi!

Mahadana
TERUNGKAP! Beras RI Siap Guncang Pasar Arab Saudi!

fixmakassar.com – Aroma beras Indonesia sebentar lagi akan semerbak di lorong-lorong supermarket Arab Saudi. Sebuah langkah strategis yang menandai babak baru bagi komoditas pangan unggulan Tanah Air, yang selama ini hanya menjadi impian, kini mulai menjadi kenyataan.

Perum Bulog, melalui Direktur Utamanya Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan terbukanya pintu gerbang dua raksasa ritel Arab Saudi, BinDawood dan Lulu, untuk menyerap beras produksi Indonesia. Ini bukan sekadar transaksi biasa, melainkan sebuah jembatan ekonomi yang menghubungkan dua negara, bermula dari kebutuhan jemaah haji. Rizal menjelaskan, konfirmasi dari kedua jaringan supermarket tersebut datang setelah Bulog melakukan survei mendalam di Arab Saudi beberapa waktu lalu. "Ini seperti Alfamart dan Indomaret-nya di sana. Mereka sudah konfirmasi dan akan menyerap beras kita dalam waktu dekat setelah kegiatan musim haji," ujarnya, Senin (23/2/2026).

TERUNGKAP! Beras RI Siap Guncang Pasar Arab Saudi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Minat besar dari para pengusaha Saudi ini, terang Rizal, bukan tanpa alasan. Mereka melihat potensi pasar yang menggiurkan dari jutaan warga negara Indonesia yang bermukim di sana, ditambah lagi dengan gelombang jemaah umrah yang setiap tahunnya bisa mencapai angka fantastis, hampir 2 juta jiwa. Kehadiran beras Indonesia di rak-rak toko mereka adalah jawaban atas kerinduan akan cita rasa kampung halaman, sekaligus peluang bisnis yang tak bisa dilewatkan.

Sebagai langkah awal, Indonesia akan mengirimkan 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi pada tahun ini. Pengiriman perdana, yang dijadwalkan pada 28 Februari dan 4 Maret, akan menjadi "bekal" bagi jemaah haji dan para petugas yang bertugas di Tanah Suci. Prioritas pengiriman 28 Februari akan diberikan kepada para petugas haji yang datang lebih awal. Beras yang diekspor ini adalah beras pilihan, kualitas premium, yang disesuaikan dengan standar dan permintaan tinggi dari pemerintah serta importir Saudi.

Selama ini, jemaah haji Indonesia di Saudi harus puas dengan beras impor dari Thailand atau Vietnam. Namun, kini narasi itu berubah. Keberhasilan ekspor ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia bukan lagi sekadar penonton di panggung pangan global, melainkan pemain utama yang siap mengibarkan bendera swasembada. Ini adalah tonggak penting menuju visi Indonesia sebagai "lumbung pangan dunia", sebuah janji yang mulai terwujud di tahun 2026 ini, seperti diungkapkan Rizal. Setelah musim haji usai, ekspansi ini tidak akan berhenti. Bulog optimis, ekspor beras akan berlanjut untuk memenuhi kebutuhan jemaah umrah dan masyarakat Indonesia yang menetap di Arab Saudi. Ini adalah permulaan dari sebuah perjalanan panjang beras Indonesia menaklukkan pasar internasional, satu butir demi satu butir, membawa cita rasa Nusantara ke penjuru dunia.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *