Berita  

Tarif Turun, Nyinyiran Menggema! Rahasia Negosiasi Prabowo dengan AS Terungkap?

Mahadana
Tarif Turun, Nyinyiran Menggema! Rahasia Negosiasi Prabowo dengan AS Terungkap?

fixmakassar.com – Gemuruh negosiasi dagang Indonesia-Amerika Serikat akhirnya berbuah manis. Tarif barang Indonesia yang semula sebesar 32% kini merosot menjadi 19%—sebuah kemenangan yang terasa pahit di lidah sebagian pihak. Menanggapi "nyinyiran" yang bertebaran, Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, angkat bicara. Ia membandingkan situasi ini dengan upaya menjinakkan singa yang sedang mengamuk—negosiasi dengan pemerintahan Donald Trump memang tidak mudah.

Dalam sambutannya di acara Harlah PKB yang disiarkan melalui kanal YouTube DPP PKB, Rabu (23/7/2025), Prabowo menjelaskan betapa alotnya negosiasi dengan Amerika Serikat. Semua negara, katanya, merasakan "gigitan" kebijakan ekonomi AS yang keras. Namun, keberhasilan menurunkan tarif tersebut justru disambut dengan cibiran dari berbagai pihak.

Tarif Turun, Nyinyiran Menggema! Rahasia Negosiasi Prabowo dengan AS Terungkap?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Di bidang ekonomi, semua negara sedang menghadapi Amerika Serikat yang alot, punya garis keras," ujar Prabowo. Ia menambahkan, kritik dan pengawasan memang diperlukan, tetapi "nyinyiran" yang tak berdasar hanya akan menghambat upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Prabowo menekankan bahwa negosiasi ini dilakukan demi melindungi kepentingan rakyat Indonesia. Bayangkan, jika tarif tinggi tetap diberlakukan, sektor industri bisa terpuruk, dan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pun tak terhindarkan—bagaikan tsunami yang menghantam perekonomian.

"Itu fakta, kita harus berurusan. Pendekatan saya adalah tanggung jawab saya untuk melindungi kepentingan bangsa Indonesia. Kewajiban saya adalah melindungi rakyat Indonesia," tegas Prabowo. Ia menegaskan bahwa musyawarah dan negosiasi adalah jalan yang ditempuh untuk mencegah PHK massal dan menjaga stabilitas ekonomi negeri. Sebuah pertaruhan yang berbuah manis, meski masih harus menghadapi badai kritik.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *