fixmakassar.com – Mentan Andi Amran Sulaiman dengan penuh optimisme menyatakan bahwa Indonesia akan mencapai swasembada pangan di tahun ini, tepat pada perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Pernyataan ini bagaikan embun pagi yang menyejukkan bagi rakyat Indonesia yang selama ini merindukan kemandirian pangan. Target yang semula dipatok empat tahun, kini dipangkas menjadi satu tahun saja, sebuah lompatan besar yang diklaim terwujud berkat dukungan Presiden Prabowo Subianto dan kerja keras jajaran Kementerian Pertanian serta para petani.
Amran memaparkan, proyeksi surplus beras hingga September 2025 mencapai 4,86 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Stok beras di Bulog pun diperkirakan mencapai 4,2 juta ton, sebuah bukti nyata yang menunjukkan bahwa Indonesia sedang menuju puncak kejayaan pangan. Lebih lanjut, ia juga menyebutkan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) hingga 122 persen, melampaui target pemerintah. Kenaikan ini bagaikan angin segar bagi para petani yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan negeri.

Bukan hanya swasembada dalam negeri, Indonesia juga turut berkontribusi pada stabilitas pangan global. Hentian impor beras sejak awal 2025 telah berdampak pada penurunan harga beras dunia dari US$ 460 per ton menjadi US$ 370 per ton. Hal ini menunjukkan bahwa petani Indonesia tak hanya menyejahterakan rakyatnya sendiri, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan pangan dunia. Prestasi ini bagaikan bintang yang bersinar terang di kancah internasional.
Amran menegaskan bahwa dengan capaian dan momentum yang ada, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan kemerdekaan pangan. Ia menutup pernyataan dengan analogi yang kuat: "Tanpa pangan, negara bisa bermasalah. Dengan pangan yang kuat, bangsa ini berdiri tegak." Swasembada pangan, bagi Amran, bukan sekadar target, melainkan simbol kemerdekaan sejati yang akan diraih Indonesia di tahun ini. Apakah mimpi manis ini akan menjadi kenyataan? Kita tunggu saja buahnya.






