Berita  

RI Gandeng UEA Ubah Sampah Jadi Cuan, Bangun Pusat Data!

Mahadana
RI Gandeng UEA Ubah Sampah Jadi Cuan, Bangun Pusat Data!

fixmakassar.com – Indonesia terus berupaya menarik investasi asing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kali ini, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, bersama CIO Danantara, Pandu Sjahrir, bertemu dengan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA), Suhail Mohamed Al Mazrouei, untuk menjajaki peluang kerjasama investasi yang lebih luas. Pertemuan ini menjadi sinyal positif bagi hubungan ekonomi kedua negara, bagaikan gayung bersambut di tengah dahaga investasi.

Rosan menawarkan sejumlah proyek strategis kepada UEA, termasuk pengembangan proyek alumina di Kalimantan Barat, pengelolaan sampah menjadi energi, dan pembangunan pusat data (data center). Tawaran ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menciptakan energi bersih dan mendorong transformasi digital. "Di bidang pengelolaan sampah, kami tawarkan, dan mereka tertarik untuk berpartisipasi. Juga ada pembahasan untuk investasi bersama di bidang data center," ujar Rosan usai pertemuan di The Langham, Jakarta.

 RI Gandeng UEA Ubah Sampah Jadi Cuan, Bangun Pusat Data!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak hanya itu, Rosan juga mengajak UEA untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan. UEA dinilai memiliki pengalaman mumpuni dalam bidang ini, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan infrastruktur maritim Indonesia. Rosan menambahkan bahwa UEA tertarik untuk bekerja sama dengan Danantara dalam proyek ini, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain.

Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, Suhail Mohamed Al Mazrouei, menyambut baik tawaran investasi dari Indonesia. Ia menekankan pentingnya investasi di bidang data center untuk mendukung manufaktur di masa depan, terutama bagi generasi muda. "Data center sangat penting untuk manufaktur di masa depan, terutama bagi kaum muda. Mereka menggunakan banyak data, dan mereka lebih banyak menggunakan AI dalam industri dan pendidikan, layanan kesehatan, dan lainnya," kata Suhail.

Suhail menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya manusia dan inovasi. Ia meyakini bahwa dengan dukungan energi dan teknologi yang memadai, Indonesia dapat menjadi pusat inovasi di kawasan. "Kami percaya pada rakyat Indonesia, terutama kaum muda, dan kami akan berinvestasi," tegas Suhail. Beberapa sektor yang dilirik oleh perusahaan UEA antara lain proyek aluminium, energi, hingga investasi di jaringan listrik. Kemitraan ini diharapkan dapat menjadi jembatan emas bagi kemajuan ekonomi kedua negara, saling memberikan nilai tambah dan menciptakan peluang baru.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *