fixmakassar.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati baru-baru ini mengungkap strategi jitu pemerintah dalam membantu masyarakat miskin naik kelas. Bukan sekadar memberi uang, melainkan sebuah pendekatan holistik yang menyasar akar permasalahan. Ibarat menanam pohon, pemerintah tak hanya menyiram daunnya, tetapi juga merawat akarnya agar tumbuh subur dan berbuah lebat.
Sri Mulyani menjelaskan bahwa belanja negara berperan krusial dalam upaya ini. Berbagai program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), layanan kesehatan gratis, dan pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat, menjadi kunci utama. "Belanja negara yang efektif membantu orang miskin, bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membekali mereka dengan bekal untuk menjadi wirausahawan yang tangguh," ungkap Sri Mulyani dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2025.

Menurutnya, perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat melalui program MBG, serta peningkatan kualitas pendidikan, merupakan investasi jangka panjang. Hal ini penting agar masyarakat Indonesia mampu bersaing di kancah global. "Bayangkan, bagaimana mungkin seseorang yang kekurangan gizi dan pendidikan bisa bersaing dengan lulusan universitas bergengsi seperti Ivy League?" tegasnya. Metafora ini menggambarkan betapa pentingnya kesetaraan kesempatan dalam membangun bangsa.
Sri Mulyani juga menekankan peran pemerintah dalam intervensi bidang kesehatan, pendidikan, dan gizi melalui program-program prioritas. "Presiden Prabowo telah menetapkan Sekolah Rakyat sebagai solusi bagi anak-anak kurang beruntung, memberikan mereka akses pendidikan yang setara, bahkan lebih baik," tambahnya. Program ini bukan hanya bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan, tetapi juga memberdayakan mereka agar mampu meraih masa depan yang lebih cerah. Inilah kunci untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera.






