Berita  

Pupuk Subsidi 2026: Petani Gercep, Sistem Siap Sejak Detik Pertama!

Mahadana
Pupuk Subsidi 2026: Petani Gercep, Sistem Siap Sejak Detik Pertama!

fixmakassar.com – Jakarta – Jarum jam baru saja melewati tengah malam, menandai pergantian tahun ke 2026, namun denyut nadi pertanian nasional tak menunggu lama. Sejak detik pertama Tahun Baru, keran penebusan pupuk bersubsidi langsung terbuka lebar, seolah tak ingin kehilangan momentum. Data mengejutkan menunjukkan, hingga pukul 00.16 WIB, sudah 147 transaksi penebusan pupuk subsidi tercatat di berbagai pelosok negeri.

Angka ini terbagi menjadi 74 transaksi melalui sistem iPubers yang mengandalkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) petani, serta 73 transaksi lainnya menggunakan Kartu Tani. Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa sistem penyaluran pupuk subsidi telah siaga penuh dan berfungsi optimal bahkan sejak awal menit pertama tahun anggaran. Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan cerminan kesiapan infrastruktur digital dan logistik yang telah matang.

Pupuk Subsidi 2026: Petani Gercep, Sistem Siap Sejak Detik Pertama!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Salah satu petani yang langsung tancap gas adalah Salim, anggota Kelompok Tani Timbul Jaya dari Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Bak pemburu fajar, Salim tak menyia-nyiakan kesempatan. Berdasarkan catatan sistem iPubers, ia berhasil menebus 800 kilogram atau setara 16 sak pupuk urea di kios resmi UD Tunggul Makmur pada pukul 01.36 WIB.

"Saya coba menebus pupuk karena kios masih buka, dan ternyata sudah bisa ditebus. Alhamdulillah sangat membantu. Terima kasih Presiden Prabowo, pupuk lancar," ungkap Salim dengan nada syukur, sebagaimana dikutip fixmakassar.com pada Kamis (1/1/2026).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alamsyah, menegaskan bahwa kelancaran penebusan ini adalah buah dari sistem distribusi yang telah matang dan siap beroperasi. Ia juga menekankan bahwa penebusan pupuk subsidi dilakukan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

"Sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025, HET pupuk subsidi telah dipangkas sebesar 20 persen. Ini adalah perisai bagi daya beli petani. Transaksi yang sudah tercatat sejak pukul 00.00 WIB membuktikan bahwa sistem iPubers dan Kartu Tani adalah tulang punggung yang kokoh dan siap digunakan," jelas Andi.

Terpisah, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bak nahkoda kapal yang memastikan layarnya terkembang sejak awal pelayaran, menegaskan bahwa kepastian pupuk subsidi sejak hari pertama tahun anggaran adalah komitmen tak tergoyahkan pemerintah dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

"Kami memastikan pupuk subsidi tersedia, tepat waktu, dan mudah diakses petani sejak awal tahun. Ini adalah langkah serius pemerintah untuk mengukir stabilitas produksi dan mempercepat cita-cita swasembada pangan," tegas Amran.

Kementerian Pertanian kembali menggarisbawahi bahwa kelancaran penebusan pupuk subsidi sejak detik pertama, jaminan harga sesuai HET, serta kemudahan akses bagi petani adalah pilar utama penguatan tata kelola sarana produksi pertanian. Semua ini dirajut demi menopang sektor pertanian yang tangguh dan mewujudkan agenda swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *