Berita  

Pujian Prabowo Selamatkan Bea Cukai dari Jurang Pembubaran!

Mahadana
Pujian Prabowo Selamatkan Bea Cukai dari Jurang Pembubaran!

fixmakassar.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar gembira yang bergaung di seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Institusi yang sebelumnya kerap menjadi sasaran kritik tajam dan ancaman pembubaran dari Presiden Prabowo Subianto, kini justru menerima sanjungan. Pujian ini menjadi sinyal kuat, seolah awan gelap yang menyelimuti Bea Cukai telah tersingkap, mengindikasikan bahwa rencana pembubaran dan penggantiannya dengan perusahaan swasta asal Swiss, Societe Generale de Surveilance (SGS), telah resmi dibatalkan.

Purbaya mengungkapkan momen perubahan hati Presiden Prabowo terjadi dalam sebuah rapat di Istana Negara beberapa minggu lalu. "Biasanya, setiap kali rapat, beliau selalu tegas mengatakan ‘Bea Cukai bubarkan, ganti SGS!’," ujar Purbaya saat melantik pejabat baru di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026). Namun, suasana rapat kala itu berbeda, seolah ada angin segar yang berhembus. "Kemarin sudah beda. Tadinya saya berpikir kita harus gantikan Bea Cukai dengan SGS, tapi ternyata ada perbaikan," lanjutnya, menirukan ucapan Presiden Prabowo yang mengatakan, "Saya lihat ada perbaikan di sana dan saya yakin kita bisa memperbaiki Bea Cukai sehingga tidak diberikan ke SGS." Purbaya bahkan mengacungkan jempolnya, menggambarkan betapa leganya ia mendengar pernyataan yang membalikkan keadaan tersebut.

Pujian Prabowo Selamatkan Bea Cukai dari Jurang Pembubaran!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Perubahan sikap Kepala Negara ini bak oase di tengah gurun bagi Purbaya. Ia mengaku, sebelumnya selalu merasa "lemas" setiap kali topik Bea Cukai atau Pajak dibahas dalam rapat di Istana. Kini, ia lebih percaya diri untuk menghadapi jajaran menteri lainnya. "Itu penghargaan yang luar biasa, kita belum sampai tetapi sudah dilihat ada kemajuannya," imbuhnya, seraya mengapresiasi kerja keras Dirjen Bea Cukai Djaka dan seluruh jajarannya yang telah berjuang keras untuk menunjukkan performa terbaik.

Tak hanya Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di bawah kepemimpinan Dirjen Pajak Bimo Wijayanto juga turut menuai pujian serupa. Presiden Prabowo disebut sangat percaya diri dengan potensi penerimaan pajak, terutama setelah mencatat pertumbuhan setoran pajak yang fantastis, yakni 30% pada periode Januari-Februari 2026. "Pajak kita saya pikir tidak bisa perbaiki, ternyata setelah digebrak-gebrak, Januari dan Februari naiknya 30%," kutip Purbaya, menirukan pernyataan Presiden di hadapan para pemimpin negara. Ini menjadi bukti nyata bahwa upaya perbaikan dan penataan ulang di tubuh DJP telah membuahkan hasil yang manis.

Pernyataan positif dari Presiden ini menegaskan bahwa reformasi internal di kedua institusi telah membuahkan hasil. Ini adalah bukti nyata kolaborasi dan semangat kebersamaan dalam mendongkrak kinerja penerimaan negara, mengukuhkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan birokrasinya sendiri dalam mengelola pilar-pilar penting perekonomian.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *