fixmakassar.com – Presiden Prabowo Subianto kembali membantah keras ajakan untuk meninggalkan Indonesia, menyebutnya sebagai pesimisme murahan yang disebar oknum-oknum yang ingin Indonesia terus bergejolak. Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo, bak tamparan keras bagi mereka yang menyebarkan narasi negatif tentang negeri ini. Ia menganggap warga Indonesia cerdas dan mampu membedakan pemimpin yang benar-benar berjuang untuk rakyat.
Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Partai Solidaritas Indonesia, Prabowo mengatakan, di era digital saat ini, banyak pihak yang memanfaatkan teknologi dan membayar ahli untuk menyebarluaskan pesimisme. "Saya geleng-geleng kepala, ada yang mengaku pintar, mengaku pemimpin, tapi yang disebar malah pesimisme. Indonesia gelap, kabur aja katanya! Gampang sekali ya, kabur? Kirain di luar negeri bebas dari masalah?" ujarnya, suaranya bernada sinis.

Prabowo dengan lantang membantah narasi Indonesia sedang gelap gulita. Ia optimistis masa depan Indonesia cerah asalkan sumber daya alam dikelola dengan baik dan bijak. "Indonesia gelap? Jangan salah! Indonesia cerah, masa depannya cerah! Kekayaan kita luar biasa, tinggal bagaimana kita mengelolanya, berani atau tidak menjalankan UUD," tegasnya, suaranya penuh keyakinan, seperti cahaya yang menerobos kegelapan.
Prabowo menilai ajakan untuk meninggalkan Indonesia adalah rekayasa belaka, dibuat-buat oleh pihak-pihak yang ingin Indonesia terus terpuruk. "Ini rekayasa, dibayar oleh siapa? Oleh mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, selalu miskin, yaitu para koruptor yang mendanai demonstrasi-demonstrasi itu," tukasnya, mengungkapkan dalang di balik kerusuhan.
Lebih lanjut, Prabowo mengklaim data BPS menunjukkan penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, meskipun ia tidak merinci angka pastinya. Ia menekankan bahwa ini adalah bukti nyata keberhasilan pemerintah. "Kepala BPS melapor ke saya, angka pengangguran dan kemiskinan absolut menurun," kata Prabowo, menunjukkan bukti yang diklaimnya. Pernyataan ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut dengan data resmi BPS.
Prabowo menutup pidatonya dengan kembali menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang benar. Upaya untuk menciptakan narasi negatif tentang Indonesia hanyalah untuk melemahkan semangat rakyat. "Usaha untuk membuat seolah-olah Indonesia susah, gelap, ekonominya gagal, itu upaya menurunkan semangat kita, dan itu tidak benar," pungkasnya, suaranya bergema bak seruan untuk bangkit bersama.






