fixmakassar.com – Layaknya perampok yang gagal menggasak harta karun, upaya penyelundupan 51,2 juta batang rokok ilegal asal Thailand berhasil digagalkan oleh petugas gabungan. Operasi yang terselubung bak film mata-mata ini berbuah manis. Kapal kayu KLM Harapan Indah 99, yang menjadi kendaraan haram tersebut, tertangkap basah di perairan Kuala Selat Akar, Kabupaten Bengkalis, Riau pada 21 Juni 2025. Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Dumai, Dedi Husni, mengungkapkan kapal berbendera Indonesia itu mengangkut 5.120 dus atau setara 2.560.000 bungkus rokok ilegal jenis SPM (sigaret putih mesin). "Ini bukti nyata komitmen kami melindungi masyarakat dan menekan peredaran rokok ilegal yang merugikan negara," tegas Dedi dalam keterangan tertulis, Rabu (2/7/2025).
Informasi awal mengenai penyelundupan ini diperoleh dari laporan intelijen Kanwil Bea Cukai Riau pada tanggal yang sama. Tim patroli Bea Cukai Bengkalis langsung bergerak cepat bak pasukan elit menuju Tanjung Sekodi, dengan dukungan tim cadangan dari Selat Panjang. KLM Harapan Indah 99 akhirnya ditemukan dan diamankan oleh dua speed boat TNI AL Dumai di perairan Selat Akar. Kapal tersebut kemudian dikawal menuju Pangkalan AL Bangsal Aceh, Dumai, dengan pengawalan ketat dari Bea Cukai.

Proses pembongkaran dan pencacahan dilakukan pada 22 Juni 2025. Hasilnya sungguh mengejutkan: 51.200.000 batang rokok ilegal disita! Potensi kerugian negara akibat aksi ini mencapai angka fantastis, yaitu Rp 97.928.192.000. Suksesnya operasi ini merupakan bukti nyata kolaborasi apik antara Bea Cukai, TNI AL Dumai, Denintel Koarmada I, dan tim gabungan lainnya. Kerja sama lintas sektor ini menjadi tameng kokoh bagi kedaulatan ekonomi negara.
Dedi Husni menekankan bahwa peredaran rokok ilegal merupakan ancaman serius. Selain merugikan negara secara ekonomi karena kehilangan potensi penerimaan cukai, peredarannya juga berpotensi memicu tindak kriminal. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta memberantas peredaran rokok ilegal. "Ini tanggung jawab bersama demi masa depan bangsa," tutupnya.






