Berita  

Pedagang Thrifting Cemas? Jurus Ampuh UMKM Atasi Ketakutan!

Mahadana
Pedagang Thrifting Cemas? Jurus Ampuh UMKM Atasi Ketakutan!

fixmakassar.com – Pemerintah terus menunjukkan taringnya dalam memberantas impor ilegal pakaian bekas. Para importir barang bekas, bak peselancar yang menunggu ombak, kini mengambil sikap "wait and see", mengamati dengan seksama apakah pemerintah akan konsisten dalam penertiban praktik thrifting ilegal ini.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa para pemain besar di balik impor pakaian bekas ini tengah menimbang-nimbang. "Para importir besar sedang mengamati, apakah pemerintah akan konsisten? Jika ada celah, mereka akan masuk lagi," ujarnya di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

 Pedagang Thrifting Cemas? Jurus Ampuh UMKM Atasi Ketakutan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bukan hanya importir, para pedagang thrifting pun turut mencermati langkah pemerintah. Maman mengakui, meski ada beberapa pedagang yang mulai beralih ke produk lokal, peralihan ini belum menjadi tren yang masif. Mereka masih menunggu kepastian, layaknya menunggu hujan di musim kemarau, apakah kebijakan pemerintah akan benar-benar konsisten dari hulu hingga hilir.

Menyadari kekhawatiran pedagang akan potensi penurunan omzet saat beralih ke produk lokal, Maman meyakinkan bahwa mereka tidak perlu khawatir kehilangan mata pencaharian. Kementerian UMKM telah menggandeng 1.300 merek lokal untuk menjadi pemasok bagi para pedagang thrifting.

Lebih lanjut, Kementerian UMKM juga menyiapkan skema bisnis yang matang, termasuk akses pembiayaan. "Yang terpenting, kami siapkan akses pembiayaan. Jika mereka butuh, kami siapkan. Akan ada pelatihan peningkatan kapasitas dan kualitas," imbuh Maman, memberikan angin segar bagi para pedagang yang ingin beralih ke produk lokal. Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat menata ulang ekosistem perdagangan, memberikan ruang bagi produk lokal untuk bersinar, dan melindungi industri dalam negeri dari gempuran barang impor ilegal.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *