Berita  

Pedagang Menjerit! ‘Monster’ Harga Plastik Hantui Pasar Minggu

Mahadana
Pedagang Menjerit! 'Monster' Harga Plastik Hantui Pasar Minggu

fixmakassar.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), bersama Menteri Perdagangan, Budi Santoso, baru-baru ini melakukan inspeksi mendadak (blusukan) ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Meskipun tujuan utama kunjungan adalah memantau stok dan stabilitas harga bahan pangan pasca-Lebaran, sorotan utama justru jatuh pada sebuah keluhan yang mengkhawatirkan: harga plastik yang melonjak tak terkendali, bagai monster tak kasat mata yang menggerogoti keuntungan para pedagang.

Zulhas, yang akrab disapa, tak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat mendengar jeritan hati para pedagang. "Ini memang tidak hanya pedagang sini, hampir seluruhnya memang mengeluhkan soal harga plastik. Naiknya nggak kira-kira. Ini bukan naik, melonjak," tegasnya, menggambarkan betapa drastisnya kenaikan tersebut. Fenomena ini, menurut Zulhas, merupakan beban berat yang dirasakan hampir semua pelaku usaha di pasar.

Pedagang Menjerit! 'Monster' Harga Plastik Hantui Pasar Minggu
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kenaikan harga plastik yang membumbung tinggi ini diduga kuat berakar pada melambungnya harga bijih plastik di pasar global. Bahan baku esensial ini, yang merupakan turunan dari Bahan Bakar Minyak (BBM), ikut terdampak oleh gejolak geopolitik, khususnya perang di Timur Tengah yang mengerek harga minyak dunia. Menanggapi situasi genting ini, Zulhas berjanji pemerintah tidak akan tinggal diam. "Karena saya dengar bijih plastiknya naiknya luar biasa. Ya nanti kita akan bahas secara khusus, kok tiba-tiba naiknya begitu tinggi. Kita akan undang beberapa pihak terkait," ujarnya, mengisyaratkan keseriusan pemerintah untuk mencari akar masalah dan solusi.

Salah seorang pedagang bernama Gemi, yang ditemui tim fixmakassar.com, membenarkan keluhan tersebut dengan nada pasrah. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik sudah terjadi bahkan sebelum Idulfitri, dengan lonjakan mencapai Rp 6.000 per pak untuk berbagai ukuran. "Sebelum Lebaran dua hari atau tiga hari. Nggak kira-kira naiknya, nggak Rp 1.000-2.000, ini Rp 5.000-6.000," keluh Gemi. Harga per pak plastik yang sebelumnya Rp 17.000 kini telah meroket menjadi Rp 23.000. Dampaknya, modal yang harus dikeluarkan pedagang membengkak, dari yang biasanya Rp 60-70 ribu kini bisa mencapai Rp 100 ribuan lebih, secara langsung menggerus margin keuntungan mereka. "Orang jualan juga ngeluh kalau plastik mahal kayak gitu. Keuntungan makin kecil? Lah iya itu," imbuhnya dengan ekspresi lelah.

Di tengah riuhnya keluhan soal plastik, Zulhas juga memberikan kabar baik terkait ketersediaan bahan pangan. Meskipun belum semua pedagang membuka lapak mereka (sekitar 60-70% yang beroperasi), Zulhas memastikan stok bahan pangan di Pasar Minggu tetap aman dan melimpah. "Saya dan Mendag melihat langsung setelah Lebaran. Tadi harga-harga dengar sendiri, persediaan banyak, beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak," kata Zulhas, menenangkan masyarakat agar tidak khawatir akan kelangkaan.

Ia mengakui ada variasi harga; telur stabil, ayam naik sedikit, cabai merah keriting justru turun. Namun, cabai rawit merah, yang dijuluki ‘cabai setan’ karena pedasnya, justru merangkak naik. Kendati demikian, secara umum, Zulhas menyimpulkan bahwa persediaan dan harga-harga pangan masih dalam kondisi yang terkendali dan baik, memberikan sedikit angin segar di tengah badai kenaikan harga plastik.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *