fixmakassar.com – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri. Sebuah program bantuan pangan berskala masif siap digulirkan, menyasar lebih dari 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan alokasi beras dan minyak goreng untuk periode Februari dan Maret. Total anggaran yang dikucurkan mencapai angka fantastis, Rp 11,92 triliun, sebuah suntikan energi bagi jutaan rumah tangga yang membutuhkan.
Perum Bulog ditugaskan sebagai ujung tombak penyaluran bantuan ini, yang mencakup 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Setiap KPM akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, disalurkan sekaligus untuk dua bulan setelah anggaran dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas terbit. Langkah ini bukan sekadar bantuan, melainkan sebuah "tameng" ekonomi di tengah gejolak harga pangan yang kerap merangkak naik.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. "Dengan segala kerendahan hati, atas nama pemerintah, mari kita jaga harga pangan di bulan suci Ramadan. Bapak Presiden kita bahkan pernah tiga kali sehari menelpon, menanyakan harga pangan. Beliau selalu katakan, jaga rakyat dan terus berpihak pada rakyat," ujar Amran, seperti dikutip dari fixmakassar.com, Minggu (15/2/2026). Komitmen ini, baginya, adalah "denyut nadi" kepedulian negara terhadap warganya.
Amran menambahkan, "Oleh karena itu, dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Badan Pangan Nasional melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat."
Kesiapan logistik pun tak perlu diragukan. Laporan Bapanas per 13 Februari menunjukkan stok beras nasional di Bulog mencapai 3,53 juta ton, dengan 3,34 juta ton di antaranya merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sementara itu, stok minyak goreng Bulog masih tersedia sekitar 15 ribu kiloliter, cukup untuk menopang program pro-rakyat ini.
Program serupa sebelumnya telah sukses menjangkau 18.167.117 penerima hingga 31 Januari 2026, mendistribusikan 363,3 ribu ton beras dan 72,6 ribu kiloliter minyak goreng. Ini menjadi bukti bahwa "roda" distribusi bantuan pangan pemerintah berjalan efektif dan efisien.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya juga telah memastikan kesiapan pemerintah. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran logistik. "Bantuan pangan akan dibagikan di bulan Februari itu terdiri dari 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng dengan anggaran Rp 11,92 triliun. Nah, ini pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan untuk bisa menjaga kelancaran logistik," terang Airlangga di Istana Negara (11/12/2026).
Airlangga juga optimistis terhadap ketersediaan stok, mengingat akselerasi produksi pangan dalam negeri di awal tahun 2026. "Terkait dengan kesiapan dan juga peningkatan produksi beras di bulan Januari, Februari sampai dengan Maret, di mana diperkirakan dengan kenaikan (produksi) yang ada itu, bansos yang diberikan beras itu mencukupi, karena stoknya nanti akan terpenuhi di akhir Maret," pungkasnya. Ini menunjukkan bahwa "sumur" pangan nasional sedang melimpah, siap mengairi kebutuhan jutaan keluarga.






