Berita  

Lokal Mahal? Jurus Ampuh Maman Atasi Thrifting Bikin Melongo!

Mahadana
Lokal Mahal? Jurus Ampuh Maman Atasi Thrifting Bikin Melongo!

fixmakassar.com – Polemik harga pakaian lokal yang dianggap kurang ramah di kantong dibandingkan gempuran barang thrifting terus bergulir. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menanggapi keluhan ini dengan nada bijak, bak seorang nahkoda yang mengarungi lautan opini. Menurutnya, tingginya harga produk lokal ibarat lingkaran setan yang disebabkan oleh pasar yang masih sempit.

Maman menjelaskan, dalam sebuah acara di Jakarta, bahwa keluhan mengenai harga produk lokal seringkali menghampirinya. Ia mengibaratkan, "Banyak yang bilang ke saya, ‘Bang Maman, kok barang lokal mahal?’. Saya jawab, ‘Mahal itu karena marketnya kecil!’" Ini adalah hukum ekonomi yang tak terbantahkan, seperti air yang selalu mencari tempat terendah.

 Lokal Mahal? Jurus Ampuh Maman Atasi Thrifting Bikin Melongo!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Maman memberikan analogi sederhana. Jika seorang pedagang lokal menjual baju seharga Rp 300.000 karena hanya ada 1.000 pembeli, bayangkan jika pembelinya datang dari Sabang hingga Merauke. Harga baju tersebut pasti akan turun drastis. Inilah kekuatan pasar yang luas.

Pernyataan ini muncul seiring dengan gencarnya pemerintah memberantas praktik thrifting yang merugikan industri tekstil dalam negeri. Langkah awal yang diambil adalah menutup keran impor pakaian bekas oleh Kementerian Keuangan. Tujuannya jelas, menciptakan ruang bagi produk lokal untuk bernapas dan berkembang.

Maman optimis bahwa produk dalam negeri mampu bersaing, baik dari segi kualitas maupun variasi. Ia menekankan pentingnya menutup dulu celah impor, kemudian membanjiri pedagang dengan produk-produk UMKM lokal yang tak kalah keren. "Produsen UMKM kita itu jagoan! Mau bikin baju model apapun, bisa!" pungkasnya dengan semangat membara. Dengan strategi ini, Maman berharap industri pakaian lokal dapat berjaya dan menjadi primadona di negeri sendiri.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *