fixmakassar.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan tegas menepis kekhawatiran publik tentang potensi krisis pangan di Indonesia, meskipun gejolak geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, kian memanas. Ia memastikan lumbung pangan nasional tetap kokoh dan aman dari badai global.
Dalam konferensi pers di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026), Amran tidak ragu menyuarakan optimismenya. "Oh pasti tidak benar (memicu krisis pangan). Mungkin pengamatnya bukan petani, bukan sarjana pertanian asli," ujarnya, menyiratkan bahwa kekhawatiran tersebut kurang berdasar. Ia menambahkan, "Optimis, sekarang sudah banyak berasnya. Begitu, sudah selesai. Sampaikan salam hormat, bahwa insyaallah omongan saya benar."

Indonesia, menurut Amran, bukan pemain baru dalam menghadapi turbulensi global. Bangsa ini telah teruji dan terlatih dalam menangkis dampak gejolak internasional terhadap sektor pangan. Ia menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah ibarat riak di lautan jauh, takkan sampai menggoyahkan pasokan beras di dapur-dapur rumah tangga kita.
Satu-satunya titik yang mungkin terpengaruh oleh panasnya situasi global, menurut Amran, adalah ketersediaan bahan baku pupuk. Namun, pemerintah tidak tinggal diam. Sejak dini, strategi diversifikasi pasokan telah dijalankan, dengan mengamankan sumber-sumber alternatif dari negara-negara seperti Rusia, Laos, dan Australia. Ini memastikan denyut nadi pertanian, yakni pupuk, tetap mengalir lancar ke seluruh pelosok negeri.
Pemerintah, lanjut Amran, telah melakukan kalkulasi cermat terhadap cadangan pangan nasional. Hasilnya, pasokan saat ini bukan sekadar cukup, melainkan melimpah ruah, sanggup menopang kebutuhan hingga sekitar 324 hari ke depan. Sebuah bantalan yang kokoh di tengah ketidakpastian.
Kekuatan cadangan ini bersumber dari dua pilar utama: pertama, stok beras di gudang Perum Bulog yang mencapai sekitar 3,7 juta ton; dan kedua, potensi panen dari ‘standing crop’ atau padi yang masih menghijau di sawah, diperkirakan mencapai 10-11 juta ton. Angka-angka ini adalah jaminan ketahanan pangan kita.
Dengan perhitungan matang ini, Amran menutup pernyataannya dengan keyakinan penuh. "Alhamdulillah setelah kami menghitung kekuatan pangan kita dengan kondisi geopolitik yang memanas, pangan kita, cadangan kita sampai dengan hari ini itu tersedia sampai dengan 324 hari," pungkasnya, menegaskan bahwa Indonesia siap menghadapi segala tantangan di panggung global.






