Berita  

Keracunan Massal Siswa Sragen: BGN Janji Perbaiki Sistem MBG!

Mahadana
Keracunan Massal Siswa Sragen: BGN Janji Perbaiki Sistem MBG!

fixmakassar.com – Insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan guru di SDN 4 Gemolong dan SMPN 3 Gemolong, Sragen, Jawa Tengah, setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyisakan duka mendalam. Kejadian ini seperti bom waktu yang meledak, mengguncang kepercayaan publik terhadap program tersebut. Menanggapi gelombang protes yang membanjiri publik, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara.

Dadan menyatakan komitmen BGN untuk memperbaiki sistem MBG secara menyeluruh. Ia menggambarkan rencana perbaikan ini sebagai "operasi jantung terbuka" pada sistem MBG, dengan fokus utama pada peningkatan standar operasional prosedur (SOP). "Kami akan meningkatkan SOP, mulai dari pemilihan bahan baku terbaik hingga memangkas waktu memasak, penyiapan, dan pengiriman," tegas Dadan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Keracunan Massal Siswa Sragen: BGN Janji Perbaiki Sistem MBG!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Langkah strategis lainnya yang akan diambil adalah memperpendek waktu penyimpanan MBG di sekolah. Dadan menyebutkan target waktu penyimpanan yang lebih singkat dari 4 jam, meskipun detailnya masih akan dikaji lebih lanjut. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kontaminasi dan mencegah kejadian serupa terulang.

Data sementara dari Kepala Puskesmas Gemolong, dr. Agus Pranoto Budi, menyebutkan sebanyak 196 orang mengalami gejala keracunan. Korban tidak hanya terbatas pada siswa dan guru, namun juga karyawan sekolah dan anggota keluarga yang turut mengonsumsi MBG. Angka ini menjadi bukti nyata betapa seriusnya dampak insiden ini. Kejadian ini ibarat sebuah tamparan keras bagi program yang seharusnya menjamin gizi anak-anak Indonesia.

BGN kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan keseriusannya dalam memperbaiki sistem MBG. Publik menantikan langkah nyata, bukan hanya janji, agar tragedi ini menjadi pelajaran berharga dan tidak terulang kembali. Semoga "operasi jantung terbuka" ini mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat dan memastikan program MBG berjalan aman dan efektif.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *