fixmakassar.com – Kemacetan parah di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, bak ular piton raksasa yang melilit arus logistik Jawa Timur-Bali, membuat Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, angkat bicara. Ia menghimbau para pengusaha untuk membatasi pengiriman barang maksimal 35 ton ke Pulau Dewata. Langkah ini, menurutnya, strategi jitu untuk menuntaskan masalah kemacetan yang sudah seperti mimpi buruk.
Emil menjelaskan, upaya mengatasi kemacetan di Pelabuhan Ketapang tengah digencarkan. Aktivasi jembatan timbang di Pasuruan, sebutnya, menjadi salah satu kunci. "Semua truk ditimbang dulu," tegas Emil dalam acara LPS Financial Festival di Surabaya, Rabu (6/8/2025). Ia menekankan, batasan 35 ton bukan tanpa alasan. Hanya satu dermaga yang mampu menampung muatan di atas angka tersebut. Sementara, empat dermaga lainnya siap menampung muatan di bawah 35 ton.

"Bayangkan, kalau tetap ngotot kirim barang di atas 35 ton, antrean bak akan membentang tak berujung. Bisa setengah hari, satu hari, bahkan lebih! Lebih baik kirim di bawah 35 ton, agar prosesnya lebih lancar," imbuhnya. Emil seolah melukiskan gambaran mengerikan antrean yang bisa membuat pengusaha gigit jari.
Sebelumnya, untuk meredakan kemacetan yang sudah seperti monster yang sulit dikendalikan, Emil telah mengerahkan KMP Portlink VII dengan kapasitas 30 kendaraan besar, bahkan lebih. Sembilan kapal yang sebelumnya mangkrak pun kembali beroperasi, melampaui estimasi awal. Langkah lain yang diambil adalah mengaktifkan fungsi Jembatan Watu Dodol sebagai titik penimbangan truk sebelum menuju pelabuhan. Semua ini, bagaikan orkestrasi terpadu untuk mengatasi kemacetan yang membelit Pelabuhan Ketapang. Semoga langkah-langkah ini mampu menjadi solusi efektif dan mengembalikan kelancaran arus logistik.






