fixmakassar.com – Istana Negara menjadi saksi bisu optimisme sektor pertanian Indonesia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadap Presiden Prabowo Subianto, membawa kabar gembira bak oase di tengah gurun pasir: Indonesia diprediksi mampu mencapai swasembada beras pada tahun ini.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Amran melaporkan perkembangan terkini sektor pangan. "Khusus untuk beras, InsyaAllah, tanggal 31 Desember, jika tak ada aral melintang, Indonesia akan swasembada pangan," ujarnya penuh keyakinan, seolah mentari pagi menyinari wajahnya.

Amran mengklaim bahwa pencapaian ini melampaui ekspektasi awal Prabowo. Sang presiden awalnya menargetkan swasembada pangan dalam empat tahun. "Namun, berkat dukungan penuh dari segi regulasi dan pembiayaan, alhamdulillah kita capai dalam waktu singkat," imbuhnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) turut mengamini optimisme ini. Berdasarkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA), produksi beras nasional sepanjang Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini melonjak 4,15 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Potensi produksi beras sepanjang Januari hingga Desember tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 34,77 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 4,15 juta ton atau 13,54% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024," jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini.
Peningkatan produksi beras ini sejalan dengan naiknya produksi padi, yang diperkirakan mencapai 60,34 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini meningkat 7,20 juta ton GKG atau 13,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pudji menambahkan bahwa peningkatan produksi beras ini didorong oleh peningkatan pada subround I (Januari-April 2025) sebesar 26,54%. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi ketahanan pangan nasional, secercah harapan di tengah tantangan global.






