fixmakassar.com – Pemerintah tampaknya tak ingin euforia mudik Lebaran tahun ini terganjal oleh beban biaya transportasi yang membengkak. Sebuah angin segar berembus dari Jakarta, di mana Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan rencana diskon tiket pesawat yang cukup menggiurkan, mencapai 17-18%. Insentif ini datang sebagai bagian dari paket stimulus yang dirancang khusus untuk menyambut momen Lebaran, memastikan perjalanan pulang kampung terasa lebih ringan di kantong.
Dalam keterangannya di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026), Airlangga menegaskan bahwa diskon ini bukan sekadar angka, melainkan disertai dengan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang sepenuhnya ditanggung pemerintah. "Diskon tiket (pesawat) real-nya nanti sekitar 17-18 persen. Dengan PPN ditanggung pemerintah. Kalau yang lalu di Natal kan (PPN ditanggung pemerintah) 6 persen yang ditanggung. Tetapi kalau yang kali ini full," jelas Airlangga, memberikan perbandingan yang jelas dengan stimulus yang diberikan pada libur Natal sebelumnya.

Regulasi teknis yang menjadi payung hukum kebijakan ini, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK), saat ini sedang dalam tahap finalisasi. Pemerintah bergerak cepat, menargetkan aturan ini rampung secepatnya. "Regulasi nanti sedang menunggu PMK. Harapannya Senin semua sudah selesai," imbuhnya, menunjukkan optimisme terhadap percepatan proses agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya.
Selain diskon transportasi, pemerintah juga menyiapkan kebijakan fleksibilitas kerja atau Work From Anywhere (WFA) menjelang Lebaran. Langkah ini bukan tanpa alasan; keberhasilan mendorong mobilitas masyarakat di bulan Desember lalu menjadi cermin keberhasilan yang ingin direplikasi. "WFA itu yang kerja di kantoran. Nanti ASN juga termasuk dan regulasinya disiapkan. Baik itu untuk ASN nanti oleh MenpanRB. Sedangkan pihak swasta atau pegawai kantoran itu dikeluarkan oleh Menaker," terang Airlangga, membagi tanggung jawab regulasi antara kementerian terkait.
Stimulus Lebaran ini adalah bagian dari paket stimulus kuartal I-2026 yang lebih besar, dengan total anggaran mencapai Rp 12,83 triliun. Anggaran jumbo ini, seperti diungkapkan Airlangga dalam Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2/2026), bertujuan untuk "mendukung daya beli dan mobilitas masyarakat" di tengah momentum perayaan. Pemerintah berharap, suntikan dana ini akan menjadi pendorong roda ekonomi, sekaligus meringankan beban masyarakat.
Secara spesifik, insentif diskon tarif transportasi untuk musim Lebaran dialokasikan sekitar Rp 200-an miliar. Ini tidak hanya mencakup penerbangan, tetapi juga merambah ke diskon tiket kereta api, transportasi laut, hingga potongan tarif tol yang bisa mencapai 20%. Seluruh program stimulus ini rencananya akan diumumkan secara resmi menjelang bulan Ramadan, memberikan waktu bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan mereka dengan lebih matang dan penuh senyum.






