Berita  

Jakarta Mencekam! Ekonomi Terancam Lumpuh Akibat Demo Berlarut!

Mahadana
Jakarta Mencekam! Ekonomi Terancam Lumpuh Akibat Demo Berlarut!

fixmakassar.com – Ibukota Jakarta sedang dilanda badai protes. Aksi massa besar-besaran yang terjadi sejak Kamis (28/8/2025) di sejumlah titik strategis seperti Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Mako Brimob Kwitang Senen, hingga Kawasan DPR/MPR, bagaikan gelombang pasang yang mengancam sendi-sendi perekonomian. Demo yang dipicu oleh kematian seorang driver ojek online setelah ditabrak rantis Brimob ini, kini telah menjadi ancaman serius bagi stabilitas negara.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia melihat aksi massa yang berlarut-larut ini sebagai pisau bermata dua yang melukai perekonomian nasional. "Jika terus berlanjut, dampaknya akan sangat signifikan," ujarnya saat dihubungi fixmakassar.com, Jumat (29/8/2025). Banyak usaha, termasuk mal-mal besar, memilih untuk tutup demi keamanan, sebagaimana terlihat dari surat edaran Pemprov DKI yang menganjurkan kebijakan Work From Home (WFH). Situasi ini ibarat kapal yang kehilangan kemudi, terombang-ambing di tengah badai.

Jakarta Mencekam! Ekonomi Terancam Lumpuh Akibat Demo Berlarut!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Diana Dewi juga menyoroti aksi yang dinilai sudah melampaui batas, dengan sejumlah fasilitas publik menjadi sasaran. "Aksi anarkis ini tak hanya merusak perekonomian, tetapi juga mencemarkan citra bangsa di mata dunia," tegasnya. Pertemuan bisnis pun terpaksa ditunda, seakan-akan roda perekonomian dipaksa berhenti mendadak. Ia mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk meredam situasi, sebelum badai ini menghancurkan segalanya.

"Pemerintah harus bertindak komprehensif dan sigap untuk menenangkan para demonstran, serta melindungi objek vital negara dan tempat-tempat publik," imbuhnya. Penutupan usaha, menurutnya, merupakan langkah tepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebuah tindakan bertahan diri di tengah gejolak. Ia pun berharap semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang merugikan, sebelum semuanya menjadi lebih buruk. Situasi ini membutuhkan kebijaksanaan dan kesabaran dari semua pihak agar Jakarta dapat kembali tenang dan perekonomian pulih kembali.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *