Berita  

Indonesia Butuh Pertumbuhan Ekonomi 7% Per Tahun, Atau…?!

Mahadana
Indonesia Butuh Pertumbuhan Ekonomi 7% Per Tahun, Atau…?!

fixmakassar.com – Indonesia harus berlari kencang jika ingin mencapai status negara berpendapatan tinggi. Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi minimal 6-7% per tahun hingga 2045 adalah kunci keberhasilan. Bayangkan, seperti kereta api yang harus melaju dengan kecepatan tinggi untuk sampai ke tujuannya tepat waktu. Jika tidak, kita akan tertinggal di peron sejarah.

Hal ini terungkap dalam Sidang Pleno ISEI XXIV & Seminar Nasional 2025 di Manado (18-19 September 2025). ISEI merumuskan lima pilar utama untuk mencapai target tersebut: stabilisasi ekonomi dan keuangan, hilirisasi dan industrialisasi, ketahanan pangan, transformasi digital, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kelima pilar ini bagaikan lima roda penggerak kereta ekonomi Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

Indonesia Butuh Pertumbuhan Ekonomi 7% Per Tahun, Atau…?!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ketua Umum Pengurus Pusat ISEI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa rumusan ini merupakan respons terhadap tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan program pemerintah. "Kontribusi pemikiran ISEI dituangkan dalam Kajian Kebijakan Publik (KKP) volume 6.0," ujar Perry. Dokumen ini mengupas tuntas transformasi ekonomi untuk pertumbuhan yang inklusif, merata, efisien, dan berkelanjutan.

Perry menambahkan, gagasan ini sejalan dengan pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo yang menekankan kemandirian ekonomi. Tujuan akhir pembangunan, tegasnya, adalah kesejahteraan rakyat, bukan hanya sekadar angka-angka pertumbuhan ekonomi. Ia menyerukan kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, dan pemerintah (ABG) untuk membangun ekonomi yang tangguh dan sejahtera.

ISEI menyoroti pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, khususnya di sektor mineral dan pertanian. Model hilirisasi pangan end-to-end menjadi sorotan utama. Ekonomi dan keuangan digital juga dianggap sebagai mesin pertumbuhan baru, mampu meningkatkan inklusivitas dan efisiensi. Pembiayaan, baik untuk UMKM maupun perumahan, juga berperan krusial. Sektor perumahan sendiri diproyeksikan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Semua ini bagaikan orkestra ekonomi yang harus memainkan setiap instrumennya dengan harmonis.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *