Berita  

Harga Beras Meroket, Konsumen Tercekik! Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Mahadana
Harga Beras Meroket, Konsumen Tercekik! Pemerintah Diminta Segera Bertindak

fixmakassar.com – Lampu merah menyala untuk kondisi beras di Indonesia! Kelangkaan beras premium dan medium di ritel modern masih menjadi momok menakutkan bagi konsumen. Situasi ini bagaikan kapal yang kehilangan jangkar, terombang-ambing tanpa kepastian. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, mengungkapkan keprihatinannya atas fenomena ini. Bukannya mendapat beras biasa, konsumen justru dihadapkan pada beras fortifikasi yang harganya selangit.

Niti menuturkan, beras fortifikasi yang ditawarkan di beberapa ritel modern dibanderol dengan harga fantastis, mencapai Rp 90.000 hingga Rp 130.000 per 5 kg. Bandingkan dengan harga beras premium biasa yang berkisar Rp 55.000 hingga Rp 60.000 per 5 kg. Perbedaan harga yang signifikan ini jelas memberatkan daya beli masyarakat. "Eskalasi harga beras di ritel modern seperti pukulan telak bagi konsumen," ungkap Niti dalam keterangannya, Minggu (7/9/2025).

Harga Beras Meroket, Konsumen Tercekik! Pemerintah Diminta Segera Bertindak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ia menambahkan, kekosongan stok beras premium dan medium di ritel modern menjadi penyebab munculnya beras fortifikasi. Sayangnya, beras jenis ini tidak memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, di pasar tradisional, harga beras eceran juga mengalami kenaikan, meskipun masih relatif terjangkau.

YLKI menilai, ketersediaan beras melimpah seharusnya bukan hanya di gudang-gudang, melainkan juga harus mudah diakses masyarakat dengan harga dan kualitas yang terjamin. "Pemerintah harus memastikan stok beras tersedia di pasar dan harganya terjangkau," tegas Niti. YLKI pun meminta pemerintah melalui Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog untuk segera mendistribusikan beras SPHP (cadangan beras pemerintah) secara masif guna menstabilkan harga dan mengisi kekosongan stok di pasaran. Ini bagaikan memberi pertolongan pertama pada luka ekonomi masyarakat yang tengah tergores mahalnya harga beras. Pemerintah perlu bergerak cepat sebelum situasi ini semakin memburuk dan menjadi krisis yang lebih besar.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *