fixmakassar.com – Perubahan besar terjadi di tubuh PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Seperti meteor yang jatuh di tengah langit yang tenang, pengumuman perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris PNM mengejutkan banyak pihak. Berdasarkan dua Keputusan Menteri BUMN dan Direktur Utama BRI pada 4 Juli 2025, nama Dradjad Hari Wibowo, politisi Partai Amanat Nasional (PAN), kini bertengger sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Ia menggantikan Arif Rahman Hakim, menandai babak baru dalam perjalanan PNM.
Bukan hanya Dradjad, PNM juga kedatangan komisaris baru dari kalangan politikus. Ardhya Pratiwi Setiowati, politisi Partai Gerindra, kini bergabung dalam jajaran komisaris. Anas Puji Istanto, Plt. Asisten Deputi Bidang Peraturan Perundang-undangan Kementerian BUMN, juga turut memperkuat susunan komisaris. Perubahan ini bagaikan semilir angin segar yang membawa aroma baru dalam strategi perusahaan.

Di sisi Direksi, PNM memperkuat struktur dengan penambahan dua posisi baru: Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, yang diisi oleh Sahat Pangabahan Pangaribuan, dan Direktur Human Capital dan Kepatuhan, dipercayakan kepada Henry Yunus Pangemanan. Langkah ini layaknya menambahkan roda penggerak baru pada mesin PNM, meningkatkan efisiensi dan kinerja.
Berikut susunan lengkap Komisaris dan Direksi PNM yang baru:
Komisaris:
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Dradjad Hari Wibowo
- Komisaris Independen: Veronica Colondam
- Komisaris Independen: Nurhaida
- Komisaris: Iwan Taufiq Purwanto
- Komisaris: Anas Puji Istanto
- Komisaris: Ardhya Pratiwi Setiowati
Direksi:
- Direktur Utama: Arief Mulyadi
- Direktur Operasional: Sunar Basuki
- Direktur Bisnis: Kindaris
- Direktur Digital dan Teknologi Informasi: Yusron Avivi
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Sahat Pangabahan Pangaribuan
- Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Henry Yunus Pangemanan
Perubahan ini tentu akan menarik untuk diamati, bagaimana pengaruhnya terhadap strategi dan kinerja PNM ke depannya. Akankah perubahan ini menjadi katalis pertumbuhan, atau justru sebaliknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya.






