Jakarta – Aroma lonjakan kebutuhan bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri di Ibu Kota sudah tercium jauh-jauh hari. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memproyeksikan, permintaan telur ayam akan melonjak drastis, mencapai 17,20% dibandingkan hari normal. Angka ini menjadi mercusuar perhatian di tengah persiapan menyambut bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri yang kian mendekat.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengungkapkan proyeksi ini dalam diskusi ‘Balkoters Talk’ yang bertajuk ‘Persiapan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri’ di Balai Kota Jakarta. Menurut Uus, rangkaian hari besar yang berdekatan—mulai dari Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri—menuntut kewaspadaan ekstra dari pemerintah daerah. Jakarta, sebagai jantung aktivitas dan magnet bagi mobilitas penduduk dari berbagai daerah, harus memastikan ketersediaan pangan tidak goyah. "Pemprov DKI Jakarta memiliki tanggung jawab besar menjaga ketersediaan stok pangan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri. Stabilitas pangan dan ekonomi adalah prioritas utama kami," tegas Uus.

Tidak hanya telur ayam, beberapa komoditas lain juga diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan. Saat Idul Fitri, kebutuhan daging ayam diperkirakan naik 10,77%, bawang merah 10,67%, minyak goreng 9,67%, dan cabai rawit 9,18%. Sementara itu, menjelang Ramadan, kenaikan juga sudah mulai terasa pada telur ayam (7,5%), daging sapi dan kerbau (3,57%), bawang putih (3,57%), cabai rawit (3,06%), serta bawang merah (2,89%).
Menyikapi potensi lonjakan ini, Pemprov DKI bersama BUMD pangan telah mengencangkan sabuk koordinasi pasokan dan distribusi. Uus menegaskan, soliditas antar-BUMD menjadi kunci emas untuk menjaga stabilitas stok dan harga di pasaran. "Tidak ada alasan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Koordinasi dan soliditas antar-BUMD adalah benteng pertahanan kita," ujarnya, penuh keyakinan.
Dari sisi ketersediaan, stok pangan di Jakarta dilaporkan dalam kondisi aman dan mencukupi. Beras, misalnya, tercatat mencapai 182.172 ton, berasal dari berbagai sumber seperti Pasar Induk Beras Cipinang, Food Station, stok Hari Besar Keagamaan Nasional, Bulog, hingga Pasar Jaya. Perumda Dharma Jaya juga memastikan protein hewani melimpah: daging sapi 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, dan ternak sapi hidup 1.010 ekor. Komoditas lain seperti telur ayam (5,5 ton), cabai rawit (57 ton), bawang merah (104 ton), bawang putih (48 ton), minyak goreng (625 ton), dan gula (437,4 ton) juga siap memenuhi permintaan.
Untuk mengendalikan inflasi, Pemprov DKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan strategi berlapis. Langkah-langkah ini meliputi pemantauan harga dan stok secara ketat, pengawasan distribusi LPG 3 kilogram, penyelenggaraan bazar murah, hingga penguatan jalur distribusi pangan. Pemerintah berharap, kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri tetap terpenuhi dengan harga yang terkendali, sehingga perayaan dapat berlangsung dengan tenang dan khidmat.






