Menurut Sunu Wasono, Kepala Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, tradisi ‘salam tempel’ bukanlah fenomena kemarin sore. Ia menduga, akarnya mungkin menjulur dari pengaruh budaya Tionghoa yang akrab dengan pemberian angpao saat Imlek, meskipun waktu pastinya masih menjadi misteri yang terselubung kabut sejarah.
Sunu menjelaskan, ‘salam tempel’ adalah cerminan semangat berbagi, terutama bagi mereka yang sedang berlimpah rezeki—seringkali berkat "angin segar" Tunjangan Hari Raya (THR) yang baru saja diterima. Ini juga sejalan dengan ajaran Islam yang menganjurkan kepedulian dan kemuliaan sesama, menjadikan momen Lebaran sebagai ladang amal yang subur.

Lebih dari sekadar uang, ‘salam tempel’ adalah ekspresi kasih sayang dan perhatian. Ini adalah jembatan hati yang menghubungkan generasi, di mana ketulusan menjadi pondasinya. Tak hanya itu, pemberian ini juga berfungsi sebagai "pupuk penyemangat" bagi anak-anak. Harapannya, mereka akan lebih giat menuntaskan puasa Ramadhan di tahun berikutnya, bukan sekadar puasa "tutup kendang" yang hanya di awal dan akhir.
Namun, jauh sebelum THR dan angpao, jejak ‘salam tempel’ ternyata membentang hingga ke lorong waktu abad pertengahan. Menurut catatan Cash Matters, cikal bakal tradisi ini bermula dari Kekhalifahan Fatimiyah di Afrika Utara. Pada hari pertama Lebaran, para khalifah membagikan uang, pakaian, atau manisan kepada rakyatnya—sebuah gestur kemurahan hati yang menyejukkan. Tradisi ini kemudian berlanjut selama sekitar lima abad di era Ottoman, dikenal dengan sebutan ‘eidiyah’.
Seiring berjalannya zaman, ‘salam tempel’ pun berevolusi. Jika dulu ragam pemberiannya meliputi pakaian dan manisan, kini fokusnya lebih sering pada lembaran uang tunai dalam pecahan kecil. Bahkan, tak jarang "amplop Lebaran" modern ini berisi kejutan berupa gawai canggih atau konsol gim, menyesuaikan dengan denyut nadi perkembangan teknologi. Dari abad pertengahan hingga era digital, ‘salam tempel’ tetap menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan di hari kemenangan.






