fixmakassar.com – Pemerintah sedang gencar meningkatkan layanan ekspor-impor lewat Indonesia National Single Window (INSW), layaknya sebuah orkestra yang memainkan sinfoni efisiensi. Dalam rapat koordinasi Dewan Pengarah INSW di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (2/7), langkah ini diyakini akan memperlancar proses bisnis dan memangkas birokrasi yang berbelit. Seperti kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, rapat tersebut bertujuan mengevaluasi progres INSW dan membahas isu strategis bersama kementerian/lembaga terkait.
Susiwijono menjelaskan, rapat membahas berbagai hal krusial, mulai dari pembentukan Unit Layanan Single Window (ULSW), kode pelabuhan, hingga integrasi sistem yang lebih seamless. Bayangkan, seperti puzzle raksasa yang potongan-potongannya—berupa berbagai regulasi dan sistem—akhirnya disatukan untuk menciptakan gambaran yang lebih utuh dan efisien. Pembahasan juga mencakup penambahan ruang lingkup Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA), integrasi SIMIRAH ke INATRADE dan SINSW, serta peningkatan keamanan sistem untuk mencegah serangan siber. Semua ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekspor-impor yang lebih aman dan terintegrasi.

Lebih lanjut, rapat juga membahas rencana strategis tahun 2025, termasuk penyediaan layanan perizinan dalam satu aplikasi (Single Submission) dan penyusunan perubahan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2018 tentang INSW. Susiwijono optimistis bahwa INSW akan semakin mendorong deregulasi dan peningkatan layanan perizinan ekspor-impor, khususnya dalam mendukung implementasi PP Nomor 28 Tahun 2025. Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi demi mengoptimalkan INSW.
Rapat yang dihadiri Kepala Lembaga National Single Window, Oza Olavia, dan perwakilan dari 21 Kementerian/Lembaga ini, menargetkan harmonisasi kebijakan dan sinkronisasi proses bisnis antar Kementerian/Lembaga yang terhubung dalam INSW. Intinya, pemerintah ingin menciptakan sistem yang ‘sat-set’ dan memudahkan para pelaku usaha dalam menjalankan bisnis ekspor-impor. Semoga langkah ini menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia.






