fixmakassar.com – Insiden tak terduga terjadi Jumat pagi (20/6) di perlintasan kereta api (JPL) 27, KM 18+000 antara Stasiun Tangerang-Batuceper. Sebuah mobil box, bak meteor yang jatuh dari langit, menghantam KRL relasi Tangerang-Duri sekitar pukul 05.11 WIB. Kejadian ini mengakibatkan keterlambatan perjalanan Commuter Line lintas Tangerang dan melukai masinis kereta. Layaknya sebuah simfoni kacau, perjalanan kereta api pun terganggu.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, dalam keterangan tertulisnya, menyatakan bahwa masinis KRL No. 1907 langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. KRL yang ringsek pun tak mampu melanjutkan perjalanan dan kembali ke Stasiun Tangerang untuk evakuasi penumpang dan pemeriksaan kerusakan. Proses evakuasi mobil box dan perbaikan jalur rel pun dilakukan petugas, sehingga jalur baru bisa kembali normal pada pukul 07.16 WIB, setelah sempat tertunda sekitar 35 menit.

Namun, kisah ini tak berakhir di situ. KAI Commuter, bak singa yang terluka, menyatakan akan menempuh jalur hukum atas kelalaian pengendara mobil box tersebut. Leza menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pelanggaran UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 114. Pengguna jalan, tegas Leza, wajib mendahulukan kereta api yang akan melintas, terutama saat sinyal sudah berbunyi dan palang pintu kereta api mulai tertutup.
Sebagai penutup, Leza kembali mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin dan mematuhi peraturan lalu lintas di perlintasan kereta api. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar insiden serupa tak terulang dan lalu lintas kereta api dapat berjalan lancar seperti alunan musik yang harmonis.






