Berita  

Domino’s Tumbang! Rugi Puluhan Miliar, Strategi Baru Dipakai!

Mahadana
Domino's Tumbang! Rugi Puluhan Miliar, Strategi Baru Dipakai!

fixmakassar.com – Raksasa pizza dunia, Domino’s, tengah menghadapi badai. Seperti kapal yang kehilangan arah di tengah samudra bisnis, Domino’s Pizza Enterprises terpaksa menutup 312 gerainya di seluruh dunia. Jumlah ini cukup mengejutkan, dengan Jepang menjadi negara yang paling terdampak, kehilangan 233 gerai sekaligus. Berita ini bagai bom yang meledak di industri kuliner global.

Menurut laporan fixmakassar.com, penutupan ini memakan biaya restrukturisasi fantastis, mencapai US$ 121 juta atau sekitar Rp 1,98 triliun. Akibatnya, Domino’s mencatatkan kerugian bersih US$ 3,7 juta atau sekitar Rp 60,82 miliar. Bandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana mereka masih meraup untung sebesar $92,3 juta atau Rp 1,51 triliun. Ini seperti jatuh dari puncak gunung ke lembah terdalam.

Domino's Tumbang! Rugi Puluhan Miliar, Strategi Baru Dipakai!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Domino’s, yang dulunya jaya berkat layanan pesan antar yang laris manis di masa pandemi, kini harus berjuang keras untuk bangkit. Strategi baru pun diterapkan, termasuk memangkas dividen dan menghentikan sementara penggunaan diskon dan voucher. CEO Domino’s, Jack Cowin, menjelaskan bahwa banyaknya diskon justru membingungkan pelanggan dan membuat penjualan harian tergerus. Mereka terbiasa membeli pizza hanya saat ada promo, sehingga penjualan reguler menjadi lemah.

"Kita tidak tahu apa yang akan kita dapatkan," ujar Cowin, mengungkapkan kebingungan atas strategi diskon sebelumnya. Kini, Domino’s akan fokus pada harga rendah setiap hari dan investasi pada teknologi serta pemasaran. Cowin menegaskan, meski penjualan mungkin turun sementara, strategi ini diyakini lebih menguntungkan jangka panjang. Ini seperti menanam pohon yang membutuhkan waktu untuk berbuah, tetapi hasilnya akan lebih berlimpah.

Langkah ini tentu berisiko, namun Cowin optimistis. Ia berharap pelanggan akan memahami nilai sebenarnya dari produk Domino’s tanpa perlu bergantung pada diskon. Perusahaan ini sedang berjuang untuk menemukan kembali arahnya, dari ketergantungan pada promo menjadi fokus pada kualitas dan nilai jual produknya. Apakah strategi baru ini akan berhasil? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *