Berita  

Dana Investasi Danantara Tembus Rp 114 Triliun! Rekor Baru!

Mahadana
Dana Investasi Danantara Tembus Rp 114 Triliun!  Rekor Baru!

fixmakassar.com – Baru empat bulan beroperasi, Badan Pengelola Investasi Danantara telah berhasil mengumpulkan dana fantastis! Layaknya kapal yang berlayar dengan penuh percaya diri, Danantara kini mengantongi komitmen pendanaan sebesar US$ 7 miliar atau setara Rp 114,18 triliun (kurs Rp 16.312). Angka ini merupakan perpaduan investasi ekuitas dan kerja sama strategis dengan raksasa investasi global, baik dari sektor private equity maupun sovereign wealth fund (SWF).

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengumumkan kabar gembira ini di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (22/7/2025). "Dalam empat bulan sejak peluncuran, Danantara telah mendapatkan pendanaan US$ 7 miliar, baik dari ekuitas maupun kerja sama dengan private equity dan SWF," ujarnya. Rinciannya, Qatar Investment Authority (QIA) menyumbang US$ 4 miliar, China Investment Corporation (CIC) US$ 2 miliar, dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) turut serta. Rosan menambahkan, negosiasi dengan SWF lain sedang berlangsung untuk meningkatkan investasi di Indonesia.

Dana Investasi Danantara Tembus Rp 114 Triliun!  Rekor Baru!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kepercayaan dunia internasional terhadap Danantara tak hanya berhenti di situ. Lembaga ini juga berhasil menarik pendanaan sebesar US$ 10 miliar (Rp 163,12 triliun) dari perbankan internasional—tanpa jaminan! "Ini membuktikan kepercayaan penuh perbankan asing terhadap Danantara," tegas Rosan. Ini ibarat sebuah bukti nyata bahwa kredibilitas Danantara telah diakui di kancah global.

Rosan optimistis, investasi ke Danantara akan terus mengalir deras seiring dengan kinerja yang solid dan transparan. Ia memastikan setiap investasi akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. "Investasi yang kami lakukan harus menghasilkan keuntungan, menciptakan lapangan kerja yang berkualitas," tutup Rosan. Dengan pencapaian luar biasa ini, Danantara siap menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *