Berita  

China Tampar Cognac Eropa dengan Bea Masuk 34,9%! Perang Tarif Mereda?

Mahadana
China Tampar Cognac Eropa dengan Bea Masuk 34,9%! Perang Tarif Mereda?

fixmakassar.com – Aroma Cognac Prancis yang selama ini harum di pasar China, kini sedikit terganggu. Beijing resmi menjatuhkan palu bea masuk anti-dumping sebesar 34,9% untuk produk cognac Eropa, sebuah pukulan telak bagi raksasa seperti Pernod Ricard, LVMH, dan Remy Cointreau. Keputusan ini, yang berlaku efektif 5 Juli 2025 selama lima tahun, bak percikan api kecil yang bisa memicu kebakaran besar, mengingat ketegangan dagang antara China dan Uni Eropa yang tengah memanas.

Langkah China ini, seperti yang dilaporkan fixmakassar.com, merupakan babak baru dalam perseteruan tarif yang bermula dari perang bea masuk kendaraan listrik. Meskipun sebagian besar cognac akan terkena tarif, ada secercah harapan. Produsen bisa terbebas dari jeratan tarif ini dengan menjual produknya di atas harga minimum yang belum diumumkan. Ini seperti jalan setapak sempit yang harus dilalui para produsen untuk tetap eksis di pasar China yang menggiurkan.

China Tampar Cognac Eropa dengan Bea Masuk 34,9%! Perang Tarif Mereda?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebelumnya, penyelidikan anti-dumping telah dilakukan China pada Januari 2024. Langkah ini dianggap sebagai balasan atas kebijakan Uni Eropa yang memberlakukan tarif tinggi terhadap mobil listrik China. Industri cognac Prancis sendiri mencatatkan ekspor global hingga US$ 3 miliar per tahun, sehingga pukulan ini jelas terasa cukup signifikan. Seperti batu besar yang dilempar ke kolam tenang, dampaknya terasa sampai ke lingkaran terluar.

Fixmakassar.com juga mendapatkan informasi bahwa China berencana mengembalikan deposit yang sebelumnya dibebankan kepada produsen cognac sejak Oktober 2024. Pengembalian deposit ini, yang dianggap sebagai beban berat, terutama bagi produsen kecil, menjadi poin penting dalam negosiasi yang panjang dan melelahkan. Remy Martin, misalnya, menyambut baik kebijakan ini sebagai peluang investasi baru, sementara Pernod Ricard menyesalkan kenaikan biaya operasional, namun tetap menilai lebih baik daripada tarif permanen.

Kesepakatan ini, walaupun terasa pahit bagi sebagian pihak, menunjukkan secercah harapan bagi meredanya perang tarif. Meskipun sebelumnya juru bicara Komisi Eropa, Olof Gill, menyebut tarif China tidak adil, kunjungan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, ke Uni Eropa minggu ini, yang akan membahas isu mobil listrik dan ekspor logam, menunjukkan sinyal positif. Wang, yang dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Prancis pada Jumat, mengatakan bahwa belum ada yang dibatalkan, mengindikasikan adanya upaya untuk mencari solusi damai. Semoga saja, aroma Cognac Prancis bisa kembali semerbak di pasar China.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *