fixmakassar.com – Lahir dari sebuah gagasan sederhana di Purwokerto, Bank Rakyat Indonesia (BRI) kini menjelma menjadi raksasa perbankan di usia 130 tahun. Siapa sangka, embrio BRI berawal dari inisiatif mulia seorang Patih bernama Raden Aria Wirjaatmadja yang ingin memberikan akses keuangan bagi para pegawai pribumi. Seperti mata air yang mengalir kecil namun terus membesar, BRI tumbuh menjadi pilar ekonomi rakyat.
Dhanny, Corporate Secretary BRI, mengungkapkan bahwa perjalanan panjang BRI selama 13 dekade telah mengantarkannya menjadi bank terbesar sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan. "Sebagai institusi yang telah berdiri lebih dari seabad, BRI terus memperkuat inklusi keuangan. Dengan basis nasabah terbesar dan jaringan layanan yang luas, kami berkomitmen menghadirkan akses keuangan yang merata hingga pelosok negeri," ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Sebelum menjadi lembaga formal, Raden Aria Wirjaatmadja dikenal sering memberikan bantuan pribadi. Namun, permintaan yang terus meningkat membuat dana pribadinya tak lagi mencukupi. Ide cemerlang pun muncul: memanfaatkan kas Masjid Purwokerto. Gayung bersambut, Penghulu Masjid Purwokerto, Kiai Mohammad Redja Soepena, dan Asisten Residen E. Sieburgh memberikan dukungan penuh. Mereka melihat tujuan mulia di balik ide tersebut dan yakin dana akan kembali.
Sayangnya, aturan pemerintah Hindia Belanda melarang penggunaan dana masjid untuk kegiatan di luar ibadah. Namun, hal ini tak menyurutkan semangat. Proses utang-piutang tetap berjalan, dan para debitur mengembalikan dana pinjaman secara teratur. Perkembangan positif ini menarik perhatian para priyayi Eropa yang menganut politik etis. Mereka pun mendukung penuh peresmian usaha peminjaman uang tersebut.
Pasca kemerdekaan, peran BRI semakin dipertegas melalui Undang-Undang No. 21 Tahun 1968 sebagai bank umum yang berperan sebagai agen pembangunan. Kini, BRI fokus pada UMKM dan Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif dengan 185 juta rekening simpanan mikro. Jaringan Agen BRILink telah menembus 1,2 juta agen yang tersebar di 66.648 desa di Indonesia. Super Apps BRImo juga mencatat lebih dari 44,4 juta pengguna.
Dengan lebih dari 160 juta nasabah, BRI turut mendukung program prioritas pemerintah, menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar, dan berkontribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di sektor pemberdayaan desa, BRI memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui jaringan Agen BRILink. Pada Program 3 Juta Rumah, BRI telah menyalurkan FLPP untuk lebih dari 25 ribu rumah.
Perjalanan panjang BRI, yang sempat berganti nama beberapa kali, membuktikan bahwa sebuah gagasan yang lahir dari kepedulian dapat tumbuh menjadi kekuatan besar yang bermanfaat bagi bangsa. Dari kas masjid hingga menjadi raksasa perbankan, BRI terus membuktikan komitmennya untuk melayani rakyat.






