fixmakassar.com – Dunia dagang kembali dihantui bayang-bayang badai. Presiden AS Donald Trump, bagai kapten kapal yang mengarahkan badai, menyatakan akan menerapkan tarif impor baru mulai 1 Agustus mendatang. Keputusan ini, seperti batu yang dilemparkan ke kolam tenang, menimbulkan gelombang ketakutan di kalangan para pelaku bisnis internasional. Sejak menjabat, Trump memang dikenal sebagai sosok yang gemar mengguncang pasar global dengan kebijakan-kebijakan perdagangannya yang kontroversial.
Pada bulan April lalu, Trump sempat mengumumkan tarif 10% untuk sebagian besar negara, bahkan mengancam kenaikan hingga 50%. Namun, seperti drama yang penuh intrik, ia menunda penerapannya selama tiga minggu. Kini, Trump kembali menggertak, menyatakan tarif tersebut akan berlaku efektif 1 Agustus. Ia bahkan telah menandatangani surat pemberitahuan kepada 12 negara, namun identitas negara-negara tersebut masih dirahasiakan, seperti teka-teki yang membuat dunia dagang penasaran.

Lewat unggahan di Truth Social, Trump mengumumkan pengiriman surat-surat tersebut dimulai Senin siang waktu setempat. Menteri Perdagangan Howard Lutnick pun mengonfirmasi kabar tersebut, menyatakan tarif yang lebih tinggi akan diberlakukan pada tanggal yang telah ditentukan. Trump sendiri sempat mengindikasikan kenaikan tarif hingga 70%, sebuah angka yang cukup mengerikan bagi banyak negara. "Saya menandatangani beberapa surat, dan surat-surat itu akan dikirim pada hari Senin," kata Trump, seperti dikutip Reuters. Pernyataan ini, bagai bom waktu yang siap meledak, meninggalkan dunia dalam ketidakpastian. Siapa saja negara yang akan terkena dampaknya? Hanya waktu yang akan menjawab. Yang jelas, dunia bisnis internasional kini tengah bersiap menghadapi potensi guncangan ekonomi yang cukup besar.






