Berita  

Bom Waktu Ekonomi? Merger GOTO-Grab Picu Kekhawatiran!

Mahadana
Bom Waktu Ekonomi? Merger GOTO-Grab Picu Kekhawatiran!

fixmakassar.com – Kabar rencana merger antara GOTO dan Grab kembali menghangat, bahkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dikabarkan tertarik untuk ikut berinvestasi. Namun, langkah ini justru menuai kontroversi. Izzudin Al-Farras, Head of Center of Digital Economy and SMEs at Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menilai keterlibatan Danantara — yang mewakili pemerintah — sebagai langkah yang keliru. Menurutnya, suntikan dana publik ke perusahaan swasta sebesar itu tak memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional, bahkan bisa jadi bumerang. Investasi ini bagai menanam benih di lahan tandus, hasilnya tak sebanding dengan risikonya.

Izzudin memaparkan, merger raksasa teknologi ini berpotensi merugikan tiga pihak utama. Pertama, konsumen akan menjadi korban. Dengan semakin besarnya pangsa pasar, GOTO-Grab akan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menentukan harga. Bayangkan, konsumen seperti berada di tengah lautan tanpa perahu, pilihannya terbatas dan harga semakin melambung. Kedua, para pengemudi ojek online (ojol) akan terjepit. Komisi yang lebih tinggi akan memangkas pendapatan mereka, sementara pilihan aplikasi lain semakin terbatas. Mereka bagai burung yang terkurung di sangkar, sulit mencari makan. Ketiga, merger ini dikhawatirkan akan memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena adanya integrasi operasional dan posisi pekerjaan yang tumpang tindih. Karyawan menjadi korban, seperti kapal yang karam di tengah badai.

Bom Waktu Ekonomi? Merger GOTO-Grab Picu Kekhawatiran!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Singkatnya, Izzudin menilai merger ini hanya menguntungkan segelintir investor, sementara kerugiannya ditanggung oleh banyak pihak. Ia bahkan menyerukan agar pemerintah mencegah merger ini terjadi. Laporan Bloomberg menyebutkan Danantara tengah menjajaki investasi minoritas di entitas gabungan GOTO-Grab, sementara Reuters menyebut Grab menargetkan kesepakatan pada kuartal II 2025 dengan valuasi GOTO mencapai US$ 7 miliar. Hingga berita ini diturunkan, fixmakassar.com belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Danantara dan GOTO. Pihak Grab Indonesia sendiri menolak berkomentar.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *