fixmakassar.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kabar mengejutkan: tarif impor baru akan berlaku mulai 1 Agustus 2025. Layaknya pisau bermata dua, kebijakan ini akan memotong keuntungan beberapa negara, sementara yang lain hanya tergores sedikit. Trump menyatakan tarifnya bervariasi, dari 10% hingga 70%, bergantung pada negara tujuan. "Nilainya beragam, mungkin ada yang 60% hingga 70%, ada juga yang 10% atau 20%. Kita sudah siapkan format akhirnya," ujar Trump, seperti dikutip fixmakassar.com dari CNN, Minggu (6/7/2025).
Trump menambahkan, setidaknya 12 negara akan menerima surat resmi terkait kebijakan ini pada Senin (7/7) waktu setempat. Namun, ia masih menutup rapat-rapat daftar negara yang dimaksud, menciptakan rasa penasaran bak teka-teki yang belum terpecahkan. "Saya menandatangani beberapa surat dan surat-surat itu akan dikirim pada Senin, mungkin 12. Beda jumlah uangnya, beda jumlah tarifnya," katanya, seperti dikutip fixmakassar.com dari Reuters.

Kebijakan ini merupakan babak baru dari drama perdagangan yang telah dimulai sejak April lalu. Trump memberikan tenggat waktu hingga 9 Juli bagi mitra dagangnya untuk bernegosiasi. Beberapa negara dianggap kurang kooperatif, termasuk Jepang yang disebut Trump "manja" dan terancam tarif hingga 35%. Indonesia sendiri terkena imbas dengan tarif 32% untuk seluruh produk ekspor ke AS. Pemerintah Indonesia masih menunggu hasil negosiasi intensif yang telah dilakukan beberapa pekan terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan telah mengajukan penawaran kedua kepada AS untuk mendapatkan tarif yang lebih rendah, bahkan hingga nol. "Tentu kita ingin agar tarif resiprokal tidak dikenakan terhadap Indonesia. (Sampai nol) ya, tapi tentu mereka punya kebijakan tersendiri," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (3/7).
Hingga saat ini, hanya dua negara yang berhasil mencapai kesepakatan dengan AS. Inggris dikenakan tarif 10% dan Vietnam 20%. Sementara itu, Trump dan Presiden China Xi Jinping telah menyepakati pengurangan sementara tarif tinggi yang sebelumnya saling dikenakan. Permainan tarif ini bak catur ekonomi, setiap langkah penuh perhitungan dan risiko.






