Berita  

Bom! Dirut Agrinas Mengundurkan Diri, Anggaran Nol Rupiah!

Mahadana
Bom! Dirut Agrinas Mengundurkan Diri, Anggaran Nol Rupiah!

fixmakassar.com – Jakarta, Senin (11/8/2025) – Gunung es telah runtuh. Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, secara mengejutkan mengundurkan diri hari ini. Keputusan ini diambil hanya enam bulan setelah ia menjabat, sebuah langkah berani yang mengguncang dunia pertanian Indonesia. Seperti kapal yang kehilangan jangkar, Joao mengaku tak mampu berlayar menuju tujuan yang telah dicanangkan.

Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi Humas Agrinas Pangan Nusantara, Joao mengungkapkan alasan di balik pengunduran dirinya. Ia merasa belum mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan petani. “Hingga hari ini, kami belum dapat memberikan kontribusi nyata dan langsung,” ujarnya, suaranya seakan bergema dengan kekecewaan.

Bom! Dirut Agrinas Mengundurkan Diri, Anggaran Nol Rupiah!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bukan hanya itu, Joao juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para petani, dan Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Ia merasa belum mampu memenuhi harapan yang diembannya, sebuah beban yang terasa begitu berat. “Oleh karena itu, kami mohon maaf,” ucapnya, kata-katanya sarat penyesalan.

Namun, di balik pengunduran diri ini, tersimpan sebuah cerita yang lebih kompleks. Joao menyinggung kurangnya dukungan dari para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam mewujudkan swasembada pangan, cita-cita Presiden Prabowo Subianto. Lebih mengejutkan lagi, ia mengungkapkan fakta pahit: anggaran Agrinas hingga kini masih nol rupiah. “Keseriusan Presiden… tidak didukung sepenuhnya oleh stakeholder,” katanya, suaranya seperti mengungkap sebuah rahasia negara. “Sampai hari ini Agrinas Pangan Nusantara masih nol,” tambahnya, sebuah pernyataan yang mengundang banyak pertanyaan. Layaknya sebuah mesin tanpa bahan bakar, Agrinas tak mampu bergerak maju. Pengunduran diri Joao menjadi cerminan dari permasalahan yang lebih besar dalam upaya mencapai swasembada pangan Indonesia.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *