Berita  

Banjir Sumbar, PNS Kemenhub Kerja dari Rumah!

Mahadana
Banjir Sumbar, PNS Kemenhub Kerja dari Rumah!

fixmakassar.com – Bencana banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, telah membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sigap bak elang memantau mangsa. Seluruh jajaran dikerahkan untuk memastikan keselamatan pengguna transportasi dan kelancaran lalu lintas orang serta barang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa unit kerja teknis Kemenhub di wilayah terdampak segera meningkatkan kesiagaan, melakukan pemantauan rutin, dan melaporkan perkembangan situasi ke pusat komando.

 Banjir Sumbar, PNS Kemenhub Kerja dari Rumah!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, demi menjaga roda pelayanan tetap berputar sekaligus melindungi pegawai yang rumahnya terendam banjir, operasional kantor di beberapa satuan kerja Kemenhub dijalankan secara Work From Anywhere (WFA). Sistem pelayanan dan pelaporan daring menjadi andalan di tengah badai.

"Kantor-kantor Satuan Pelayanan fokus memantau dan mengatur lalu lintas di titik-titik rawan, memastikan kendaraan evakuasi, bantuan logistik, dan angkutan vital tetap melaju," jelas Dudy, Sabtu (29/11/2025).

Laporan sementara dari lapangan menunjukkan kerusakan di sejumlah ruas jalan nasional, penurunan layanan di terminal dan pelabuhan, serta lebih dari seratus pegawai dan keluarga yang ikut merasakan dampak banjir.

Meski akses jalan, listrik, dan komunikasi tersendat, Kemenhub berupaya keras agar pelayanan transportasi esensial tetap berjalan dengan penyesuaian operasional di masing-masing daerah.

Tim bantuan dari Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, dan Poltekpel Sumbar telah bergerak cepat menghimpun bantuan dan mengirim personel terlatih. Mereka bahu-membahu dengan BPBD, Basarnas, dan BNPB di garis depan.

"Personel bantuan ini memperkuat operasi evakuasi dan pengamanan simpul transportasi, membantu pengelolaan arus pengungsi, dan menata area padat warga di terminal, pelabuhan penyeberangan, dan titik kumpul lainnya," terang Dudy.

Sebagai wujud kepedulian sosial, Poltekbang Medan bersama BPTD Kelas II Sumatera Utara menyiapkan 300 paket sembako untuk mahasiswa, pegawai, dan masyarakat terdampak di sekitar Tapanuli, Sibolga, dan sekitarnya.

"Atas nama Kementerian Perhubungan, saya menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan keluarga terdampak. Kami memastikan seluruh lini transportasi bergerak cepat membantu penanganan bencana ini," tegas Dudy.

Perbaikan dan Antisipasi Operasional Perhubungan

Di sektor perkeretaapian, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama satuan pelayanan dan unit resort PT KAI melakukan pemantauan intensif di lintas terdampak banjir dan longsor. Posko pemantauan di kantor balai diaktifkan.

"Setiap langkah rehabilitasi jalur dilakukan bertahap, memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan pekerja. Alat berat dan material rel bekas diturunkan untuk meminimalisir gangguan perjalanan kereta api," tutur Dudy.

DJKA bersama PT KAI, PT Railink, BPTD, dan Dinas Perhubungan setempat telah menerjunkan alat berat, memperkuat tim lapangan, dan menyiapkan skema pengalihan perjalanan di ruas jalur yang masih terendam.

Beberapa segmen rel yang rusak distabilkan dengan rel bekas dan material penopang lain, sambil menunggu cuaca membaik untuk rehabilitasi menyeluruh demi menjamin keselamatan dan keandalan operasi kereta api.

Dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, BPTD Kelas II Aceh mengalihfungsikan Terminal Tipe A sebagai posko singgah bus antarkota antarprovinsi dan pusat informasi penumpang. Pelabuhan Singkil tetap beroperasi melayani penyeberangan di tengah keterbatasan akses jalan dan pasokan listrik.

Di Sumatra Utara, operasional terminal berjalan dengan dukungan genset di Terminal Amplas dan komunikasi satelit di Sibolga. Di Sumatra Barat, layanan terminal, pelabuhan penyeberangan, dan UPPKB tetap dibuka dengan penyesuaian kapasitas dan pengawasan cuaca.

Demi keselamatan petugas, BPTD Kelas II Sumatra Barat menginstruksikan WFH bagi pegawai terdampak serta menghentikan patroli yang tidak mendesak, sambil memonitor situasi melalui grup komunikasi internal dan pelaporan berjenjang.

Bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, jam operasional angkutan barang diatur ulang hanya pada pukul 20.00-06.00 WIB dengan penyekatan di Indarung dan UPPKB Lubuk Selasih, kecuali angkutan sembako dan BBM agar suplai kebutuhan pokok tetap terjaga.

Kemenhub terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, Kementerian PUPR, serta pemangku kepentingan lainnya untuk penanganan infrastruktur dan rekayasa lalu lintas di kawasan terdampak.

"Langkah ini termasuk pencarian jalur alternatif, pemasangan water barrier, sosialisasi pengalihan arus, dan penyebaran informasi kondisi lalu lintas melalui berbagai kanal komunikasi resmi agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman," imbuhnya.

Menhub Dudy mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi terkait kondisi lalu lintas dan layanan transportasi, serta memastikan bantuan dan dukungan pemerintah menjangkau seluruh korban bencana secara cepat, tepat, dan berkesinambungan.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *