Berita  

AS: Pasar Kerja Membeku, Pencari Kerja Seperti Kapal Terdampar!

Mahadana
AS: Pasar Kerja Membeku, Pencari Kerja Seperti Kapal Terdampar!

fixmakassar.com – Amerika Serikat, negeri adidaya yang selama ini dikenal sebagai mesin ekonomi dunia, kini menghadapi badai di sektor ketenagakerjaan. Meskipun angka PHK belum menunjukkan lonjakan dramatis, kenyataannya mencari pekerjaan di Negeri Paman Sam kini bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Ketidakpastian ekonomi, yang dipicu oleh kebijakan tarif era Presiden Donald Trump, menjadi biang keladinya. Layaknya kapal yang terombang-ambing di lautan tak menentu, perusahaan-perusahaan besar pun enggan menambah awak baru.

Data terbaru dari fixmakassar.com, mengutip laporan CNN Business, menunjukkan penurunan klaim tunjangan pengangguran awal pekan lalu. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan ini, tersimpan cerita yang berbeda. Klaim lanjutan tunjangan pengangguran justru melesat ke level tertinggi sejak November 2021. Lebih dari 1,96 juta pencari kerja telah mengajukan klaim lanjutan, sebuah angka yang menggambarkan betapa sulitnya mereka menemukan pekerjaan baru.

AS: Pasar Kerja Membeku, Pencari Kerja Seperti Kapal Terdampar!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pasar tenaga kerja AS, yang dulunya dinamis, kini melambat secara signifikan. Bukan karena PHK massal, melainkan karena minimnya perekrutan. Kondisi ini membuat para pengangguran harus berjuang lebih lama untuk kembali mendapatkan pekerjaan. Heather Long, Kepala Ekonom Navy Federal Credit Union, menggambarkan situasi ini sebagai pasar kerja yang nyaris beku, kecuali di sektor kesehatan, pendidikan, dan penegak hukum. Para pencari kerja muda, khususnya, mengalami kesulitan luar biasa untuk mendapatkan pekerjaan pertama mereka.

Juni lalu, memang tercatat penambahan 147.000 lapangan kerja baru. Namun, ironisnya, hampir 94% penambahan tersebut hanya berasal dari sektor kesehatan dan pemerintahan. Rata-rata pengangguran kini bertahan tanpa pekerjaan hampir enam bulan, dengan persentase pekerja yang menganggur selama 27 pekan atau lebih mencapai 23,3%, mendekati rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Heather Long menekankan bahwa semakin cepat ketidakpastian terkait kebijakan tarif mereda, semakin besar pula peluang bagi para pencari kerja untuk menemukan pekerjaan. Meskipun data klaim mingguan bisa fluktuatif, laporan ini tetap menjadi indikator penting untuk mengukur dampak nyata kebijakan-kebijakan ekonomi masa lalu, termasuk tarif tinggi, pemangkasan anggaran, dan pembatasan imigrasi. Masa depan pasar kerja AS kini bagaikan teka-teki yang menunggu penyelesaian.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *