fixmakassar.com – Raksasa teknologi Meta Platforms dikabarkan tengah menyiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masif. Langkah restrukturisasi ini berpotensi menggusur 20% atau bahkan lebih dari total karyawannya. Kabar mengejutkan ini, yang bagaikan petir di siang bolong bagi banyak pihak, terkuak dari tiga sumber internal yang dekat dengan masalah tersebut kepada Reuters, seperti dikutip oleh fixmakassar.com pada Minggu (15/3/2026).
Aksi bersih-bersih karyawan ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi Meta untuk mengencangkan ikat pinggang. Perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg ini sedang berupaya menekan biaya operasional yang membengkak, terutama akibat investasi jumbo di sektor kecerdasan buatan (AI). Selain itu, efisiensi menjadi kata kunci mengingat semakin banyaknya tenaga kerja yang berbasis teknologi.

Meski rencana ini sudah bergaung di koridor-koridor internal, belum ada tanggal pasti yang ditetapkan untuk eksekusi PHK, dan skala pastinya pun masih dalam tahap finalisasi. Para pucuk pimpinan Meta, layaknya nakhoda yang sedang merancang ulang jalur kapal, telah memberikan sinyal kepada para pemimpin senior untuk mulai menyusun strategi pengurangan jumlah pekerja.
Menanggapi riuhnya spekulasi ini, Juru Bicara Meta, Andy Stone, memilih untuk meredam kabar tersebut. Stone menyebut laporan ini masih bersifat spekulatif dan merupakan "pendekatan teoretis" semata. Pernyataan ini seolah menjadi tirai asap, menyisakan tanda tanya besar di benak banyak karyawan.
Jika angka 20% benar-benar terealisasi, ini akan menjadi gelombang PHK terbesar yang pernah dilakukan Meta sejak restrukturisasi masif pada akhir 2022 hingga awal 2023, periode yang mereka juluki sebagai "tahun efisiensi". Berdasarkan laporan keuangan terkini, Meta tercatat mempekerjakan hampir 79.000 individu per 31 Desember 2025.
Sebelumnya, Meta juga pernah mengguncang pasar tenaga kerja dengan memangkas sekitar 11.000 karyawan pada November 2022, atau sekitar 13% dari total tenaga kerjanya kala itu. Empat bulan berselang, perusahaan kembali mengumumkan pemangkasan 10.000 pekerja lainnya, menunjukkan pola efisiensi yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan industri teknologi.






