Berita  

Aksi Brutal! KRL Dilempar Batu, Pelaku Buron!

Mahadana
Aksi Brutal! KRL Dilempar Batu, Pelaku Buron!

fixmakassar.com – Sebuah insiden pelemparan batu kembali mengguncang perjalanan kereta api. Kali ini, KRL Commuter Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung menjadi korban aksi vandalisme yang nyaris seperti adegan film laga tersebut. Kejadian yang terjadi pada Rabu (16/7), sekitar pukul 12.15 WIB, di KM 76+5 antara Stasiun Citeras-Rangkasbitung, membuat kaca depan kabin KRL No. 1674 pecah berantakan. Layaknya sebuah bom waktu yang meledak, aksi ini menghentikan laju kereta dan memaksa perbaikan di Stasiun Rangkasbitung.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menjelaskan bahwa petugas keamanan langsung melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Namun, pelaku yang diduga langsung kabur bak ninja, hingga kini masih menjadi misteri. Petugas tetap berpatroli dan gencar melakukan sosialisasi kepada warga sekitar jalur kereta api tentang bahaya pelemparan dan vandalisme. Upaya ini seperti menebar jala untuk menangkap ikan, berharap bisa mencegah aksi serupa terulang.

Aksi Brutal! KRL Dilempar Batu, Pelaku Buron!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak tinggal diam, KAI Commuter berjanji akan memburu pelaku hingga ke ujung bumi. Mereka akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku. Joni menegaskan, tindakan vandalisme seperti ini jelas melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan KUHP, dengan ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun. Pelaku bak akan menghadapi badai hukum yang dahsyat.

Sebagai upaya pencegahan, KAI Commuter rutin melakukan edukasi dan sosialisasi anti-vandalisme kepada warga sekitar jalur rel dan sekolah-sekolah. Mereka berharap, edukasi ini menjadi tameng kokoh untuk melindungi perjalanan kereta api dari ancaman vandalisme. KAI Commuter juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar jalur rel, untuk ikut menjaga keamanan dan mendukung gerakan anti-vandalisme. Partisipasi aktif pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan orang tua juga sangat diharapkan untuk mencegah kejadian serupa. Semoga aksi ini menjadi pelajaran berharga dan tidak terulang kembali.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *