Berita  

Akhirnya! Jalan Parung Bogor Bakal Mulus dalam Hitungan Minggu

Mahadana
Akhirnya! Jalan Parung Bogor Bakal Mulus dalam Hitungan Minggu

fixmakassar.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melancarkan gebrakan signifikan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Ruas jalan nasional Gandaria-Cilodong hingga Parung, Bogor, Jawa Barat, ditargetkan rampung dalam waktu sebulan. Sebuah janji yang diharapkan menjadi angin segar bagi para pengendara yang selama ini berhadapan dengan "kerutan" di wajah aspal yang kerap menguji kesabaran.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, proyek ini bukan sekadar tambal sulam biasa, melainkan penyempurnaan menyeluruh dari upaya perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya. "Kami sedang dalam proses perbaikan dari Pasar Parung hingga titik Kemang, Parung. Memang sebelumnya ada penambalan di sana-sini, namun belum sempurna. Kini, kami pelan-pelan menyempurnakannya, dan optimis dalam satu hingga dua bulan ke depan, pekerjaan ini akan tuntas," ujar Menteri Dody dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3/2026).

Akhirnya! Jalan Parung Bogor Bakal Mulus dalam Hitungan Minggu
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dody tak segan menyoroti kualitas pekerjaan sebelumnya, khususnya hasil patching di sejumlah titik yang masih bergelombang dan terasa tidak rata. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi menjadi "ranjau" yang membahayakan pengendara, sehingga kualitas pekerjaan kali ini harus menjadi perhatian utama.

Untuk itu, Dody menginstruksikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat untuk tidak hanya sekadar menambal "luka-luka" kecil, tetapi melakukan perbaikan lebih komprehensif secara bertahap sepanjang 25,1 kilometer, membentang dari Pasar Parung hingga Gandaria-Cilodong. Harapannya, kontur jalan akan lebih mulus dan aman, jauh dari kesan bergelombang yang mengganggu.

Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumala Sari, menambahkan bahwa timnya telah mengidentifikasi 1.463 titik lubang di sepanjang ruas tersebut. "Hingga kemarin, 1.200 lubang sudah berhasil kami tutup, menyisakan 263 titik. Dengan kerja keras tim patching di lapangan, kami targetkan dalam lima hari ke depan seluruh lubang akan tertangani, memastikan masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman," jelas Rina.

Tak hanya berfokus pada lubang, BBPJN DKI-Jabar juga bergerak membersihkan bahu jalan dari "gulma" liar dan menormalisasi saluran drainase. Langkah ini krusial, ibarat menjaga "urat nadi" jalan agar aliran air berjalan optimal, mencegah genangan yang bisa menjadi pemicu kerusakan berulang, terutama saat musim hujan tiba.

Rina menjelaskan, salah satu biang keladi kerusakan adalah perbedaan struktur antara jalur cepat yang sebagian masih menggunakan perkerasan lentur (aspal/flexible pavement) dan jalur lain yang telah menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement). "Kesenjangan struktur ini sering memicu timbulnya lubang, terutama saat curah hujan tinggi dan sistem drainase tidak berfungsi maksimal," ujarnya. Solusi jangka panjangnya? "Jaminan agar tidak ada lubang lagi adalah mengganti seluruh jalur aspal menjadi beton," tegasnya, mengisyaratkan transisi menuju infrastruktur yang lebih kokoh.

Melalui percepatan penanganan ini, Kementerian PU memastikan setiap perbaikan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan prioritas utama pada aspek keselamatan pengguna jalan serta peningkatan kualitas layanan infrastruktur nasional. Ini adalah komitmen untuk menghadirkan jalan yang bukan hanya fungsional, tetapi juga menjadi cerminan kenyamanan dan keamanan bagi setiap perjalanan.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *