fixmakassar.com – Sebuah babak baru dalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) semakin mendekati garis finis. Setelah berbulan-bulan negosiasi intens, kesepakatan tarif dagang bilateral diklaim telah mencapai titik optimal, tinggal menunggu sentuhan pena dari Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump untuk mengesahkannya.
Perundingan yang telah berlangsung sejak April 2025 ini disebut-sebut telah merampungkan substansi penting dalam dokumen Agreements on Reciprocal Trade (ART). Awalnya, penandatanganan perjanjian ini ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026. Namun, seperti sebuah drama yang menanti klimaks, jadwal krusial tersebut harus bergeser, membuat publik menanti-nanti kapan kedua pemimpin negara adidaya ini akan membubuhkan tanda tangan mereka.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa perjanjian ini adalah kelanjutan dari kesepakatan awal yang berhasil menurunkan tarif resiprokal bagi Indonesia dari 32% menjadi 19%. "Tarif kita sudah turunkan dari 32% ke 19%, tinggal kita kunci di 19% dengan penandatanganan agreement," ujar Airlangga dalam acara APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).
Meskipun substansi telah disepakati, jadwal pasti pertemuan antara Prabowo dan Trump untuk prosesi penandatanganan masih menjadi teka-teki. Airlangga mengakui bahwa pihaknya masih menanti sinyal dari pemerintah AS, seolah menunggu lampu hijau untuk sebuah perjalanan penting. "Kita tunggu pengumuman dan tunggu jadwal dari Amerika," tambahnya.
Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan angin segar. Ia memastikan bahwa Kementerian Luar Negeri tengah mempersiapkan detail pertemuan bersejarah ini. "Sedang dibahas oleh Kementerian Luar Negeri, nanti Pak Menlu yang akan menyampaikan. Tentunya sudah ada perbincangan dan beberapa kali bertemu, itu nanti akan diputuskan," jelas Teddy ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Teddy juga meyakinkan bahwa pertemuan antara kedua kepala negara tersebut pasti akan terjadi, mengisyaratkan bahwa komunikasi intens sudah terjalin.
Dengan segala persiapan yang matang dan substansi kesepakatan yang sudah di tangan, kini tinggal menunggu momen sakral ketika pena Prabowo dan Trump mengukir sejarah baru dalam lembaran perdagangan bilateral RI-AS, membuka gerbang peluang ekonomi yang lebih luas.






