Berita  
Mahadana

Pintu Kas Negara Terbuka Lebar! Prabowo Minta BUMN Genjot Untung 2X Lipat!

fixmakassar.com – Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto melayangkan sinyal kuat kepada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tidak sekadar berjalan, melainkan berlari kencang demi keuntungan negara. Dalam sebuah arahan yang tegas, Prabowo menuntut peningkatan signifikan pada return on asset (ROA) BUMN, menargetkan angka dua kali lipat dari proyeksi awal, seolah membuka keran pendapatan yang lebih besar bagi kas negara.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Saat ini, BPI Danantara, sebagai pengelola portofolio BUMN, dibebani target ROA sebesar 5%, yang jika dikonversi mencapai sekitar Rp 800 triliun. Namun, visi Prabowo jauh melampaui angka tersebut. Ia menginginkan ROA BUMN bisa melonjak hingga 10%, yang berarti sumbangan sekitar Rp 1.600 triliun, bahkan menyinggung potensi 12-15% bagi perusahaan yang benar-benar prima.

"Saudara-saudara, perusahaan yang baik return on asset harusnya minimal 10%. Kalau yang bagus 12%, yang hebat 15%," ujar Prabowo dalam acara Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026). Ia menambahkan, "Kita harus memiliki target yang bagus yaitu 10%. Tapi kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai." Pernyataan ini menunjukkan ambisi yang tinggi namun tetap realistis terhadap tantangan yang ada.

Meski demikian, Prabowo tidak menampik prestasi yang telah dicapai. Ia menyambut baik laporan kenaikan ROA seluruh BUMN sebesar 300% di tahun 2025, hanya setahun setelah pengelolaan di bawah Danantara. Kenaikan ini ibarat bibit unggul yang mulai berbuah manis. Namun, ia mengingatkan agar euforia tidak mengendurkan semangat. "Di tahun pertama ini walaupun saya ucapkan terima kasih, saya ucapkan selamat atas prestasi Saudara-saudara, tapi saya ingatkan sasaran masih cukup jauh," tegasnya.

Target ROA 5% yang setara dengan minimal US$ 50 miliar harus tetap menjadi patokan, namun Prabowo mendorong agar semua pihak berani menembus angka 10%. "Saudara harus bisa memberi return 5% minimal kembali ke negara, US$ 50 miliar minimal, kalau bisa 10%," pungkasnya, menandaskan bahwa BUMN adalah pilar ekonomi yang harus memberikan kontribusi optimal bagi kemakmuran bangsa.


Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *