Berita  
Mahadana

Skandal Emas Mewah Terbongkar: Purbaya Ungkap ‘Tangan Gaib’!

fixmakassar.com – Jakarta – Kabut misteri yang menyelimuti penyegelan tiga toko emas mewah Tiffany & Co oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jakarta akhirnya mulai tersingkap. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara, mengungkap adanya dugaan barang selundupan hingga potensi keterlibatan oknum dalam praktik ilegal yang merugikan negara ini.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Purbaya menjelaskan, banyak pihak mempertanyakan mengapa barang yang sudah bertengger di etalase pusat perbelanjaan elit masih bisa bermasalah. Namun, laporan dari petugas Bea Cukai menunjukkan fakta pahit: sebagian besar barang dagangan tersebut masuk dari luar negeri tanpa memenuhi kewajiban kepabeanan dan tanpa pembayaran pajak yang semestinya. "Ini bukan sekadar kerikil kecil di sepatu, tapi batu besar yang menghambat penerimaan negara," ujar Purbaya. Ia menambahkan, ada dugaan kuat barang-barang tersebut diselundupkan, bahkan ada yang hanya membayar dengan nilai yang direndahkan (under invoicing). "Barang-barang ini, seperti yang dari Spanyol, tidak bisa menunjukkan dokumen impor yang sah," tegasnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat lalu.

Ketika disinggung apakah ada "tangan gaib" atau permainan oknum di balik praktik penyelundupan ini, Purbaya tidak menampik kemungkinan tersebut. "Sepertinya ada. Nanti kita akan selidiki lebih lanjut siapa saja yang terlibat," ungkapnya. Ia menambahkan, pejabat-pejabat baru yang ditempatkan di Bea Cukai kini lebih berani bertindak dalam penegakan aturan. "Ini seperti angin segar yang membawa perubahan, mereka berani membersihkan sarang laba-laba yang sudah lama menempel," imbuhnya, menunjukkan optimisme terhadap upaya pemberantasan praktik culas.

Penyegelan ini, lanjut Purbaya, adalah pesan tegas bagi seluruh pelaku usaha. "Ini adalah alarm keras bagi mereka yang bermain di area abu-abu, yang merugikan negara dengan praktik tidak fair," katanya. Ia berharap, tindakan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan di kalangan pebisnis. "Sebagian sudah mulai ‘insaf’ dan menyatakan kesediaan untuk membayar kewajiban mereka. Kita ingin semua pelaku usaha berlayar di perairan yang jernih, bukan di lautan gelap penyelundupan," pungkas Purbaya, menegaskan komitmen pemerintah melalui fixmakassar.com dalam menjaga integritas penerimaan negara dan menciptakan iklim usaha yang sehat.


Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *