Titik Balik Dagang RI-AS? Airlangga Beberkan Hasil Pertemuan
fixmakassar.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini membuka tirai pertemuan penting dengan perwakilan tim negosiasi Amerika Serikat (AS) di kantornya, Jakarta Pusat. Pertemuan ini, ibarat jembatan yang sedang dibangun, bertujuan merampungkan beberapa isu krusial menjelang langkah terakhir penyusunan perjanjian dagang komprehensif antara Indonesia dan Negeri Paman Sam.

Airlangga mengungkapkan bahwa perwakilan tim negosiasi AS, khususnya dari sektor pertanian, telah mencapai titik terang dalam pembahasan isu-isu krusial. "Secara keseluruhan, isu-isu sudah terselesaikan," ungkapnya, menambahkan bahwa fokus diskusi mencakup volume impor dan ekspor. Ia juga menekankan posisi Indonesia yang saat ini memiliki neraca dagang pertanian positif terhadap AS, sebuah keuntungan yang ingin dipertahankan dan diperkuat. Pertemuan ini menjadi fondasi kuat untuk menyeimbangkan neraca dagang komoditas pertanian kedua negara.
Sebagai langkah konkret menuju finalisasi, tim perunding Indonesia dijadwalkan bertolak ke Washington pada Senin mendatang. Mereka akan menggarap "legal drafting" perjanjian dagang selama lima hingga tujuh hari. Setelah draf hukum rampung, barulah jadwal puncak penandatanganan akan disepakati, di mana Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump diharapkan akan membubuhkan tanda tangan mereka, mengukir sejarah baru dalam hubungan bilateral.
Ketika disinggung mengenai riak-riak ketegangan geopolitik yang melanda AS, termasuk hubungan panas dengan Venezuela, Airlangga menepis kekhawatiran bahwa hal tersebut akan menjadi kerikil penghambat dalam proses negosiasi. Ia menegaskan bahwa isu-isu tersebut adalah "wilayah belakang" Amerika yang telah berakar sejak lama dan tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan ASEAN, yang juga menjadi perhatian utama di kawasan Asia Pasifik. Dengan tekad baja, target penyelesaian negosiasi pada bulan ini tetap menjadi prioritas yang tak tergoyahkan.






