Trump Bikin Geger! Tarif Furnitur Batal Naik, Pasta Italia Senyum Lebar!
fixmakassar.com – Di penghujung tahun yang penuh gejolak perdagangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melancarkan kejutan yang menghebohkan pasar. Sebuah keputusan yang ditandatangani pada malam Tahun Baru menunda kenaikan tarif impor untuk furnitur berlapis kain, lemari dapur, dan rak kabinet kamar mandi selama setahun penuh. Tak hanya itu, di sisi lain Atlantik, ancaman tarif "monster" untuk pasta Italia juga tampak melunak, seolah memberikan napas lega bagi produsen Negeri Pizza.

Langkah Trump ini, yang diumumkan di tengah proses perundingan dagang yang masih berliku, mempertahankan tarif 25% yang telah berlaku sejak September lalu. Namun, ia menangguhkan penerapan tarif yang lebih tinggi – 30% untuk furnitur berlapis kain dan 50% untuk lemari dapur serta rak kabinet kamar mandi – yang seharusnya mulai berlaku pada 1 Januari. Keputusan ini, seperti dikutip dari fixmakassar.com, Jumat (2/1/2026), menjadi babak terbaru dalam strategi dagang Trump yang kerap diwarnai manuver mendadak, antara pengumuman dan penundaan, dalam upaya memperkuat industri domestik dan melindungi keamanan nasional.
Sejalan dengan dinamika tersebut, pemerintah AS juga memberi sinyal akan menarik kembali rencana tarif yang sangat tinggi terhadap pasta asal Italia. Ancaman awal yang bisa mencapai 107% itu muncul setelah Departemen Perdagangan AS melakukan peninjauan antidumping rutin, menyusul tuduhan bahwa pasta Italia dijual di pasar AS dengan harga di bawah nilai wajar, merugikan produsen lokal.
Namun, angin perubahan berhembus. Departemen Perdagangan AS pada Rabu menyatakan bahwa berdasarkan tinjauan terbaru, kekhawatiran yang ada telah teratasi. Akibatnya, tarif untuk produsen pasta Italia akan diturunkan secara drastis, menjadi kisaran 2,26% hingga 13,89%. Keputusan final yang semula dijadwalkan pada 2 Januari, kini diundur hingga 12 Maret.
Kabar baik ini disambut hangat oleh kelompok lobi pertanian Italia Coldiretti dan asosiasi industri pangan Filiera Italia. Mereka sebelumnya gencar menentang rencana tarif awal, yang mereka sebut berpotensi melipatgandakan harga seporsi pasta bagi keluarga Amerika. Selain itu, tarif tinggi dikhawatirkan membuka pintu bagi produk tiruan yang mengklaim cita rasa Italia, mengikis kualitas autentik label "Made in Italy" yang telah mendunia. Dengan nilai ekspor pasta Italia ke AS mencapai €671 juta (sekitar US$787 juta) pada tahun 2024, kedua asosiasi ini menegaskan komitmen mereka untuk terus membela produk pasta premium Italia di pasar AS, termasuk melalui kampanye internasional.
Langkah Trump untuk menunda kenaikan tarif furnitur dan melunaknya sikap AS terhadap pasta Italia menunjukkan kompleksitas dan ketidakpastian dalam arena perang dagang global, di mana keputusan dapat berubah secepat kilat, memberikan kejutan bagi pelaku pasar dan konsumen.






