Berita  
Mahadana
  • Harga Beras Turun? Cek Daerahmu Sekarang!
  • Harga Beras Bikin Lega? Ini Kabar Baiknya!
  • Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id
  • Dompet Aman! Harga Beras Mulai Bersahabat
  • Artikel Berita:

    Harga Beras Mulai Melandai, Dompet Warga Tersenyum?

    fixmakassar.com – Kabar baik menghampiri para ibu rumah tangga! Kementerian Pertanian mengumumkan bahwa jumlah daerah yang masih merasakan pahitnya harga beras yang melambung tinggi semakin berkurang. Ibarat awan kelabu yang mulai tersibak, harapan akan harga beras yang lebih terjangkau mulai merekah.

    Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini hanya 37 kabupaten/kota yang masih bergulat dengan harga beras yang tinggi. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 48 daerah.

    "Satgas pengendalian harga beras terus bekerja keras. Dari 48 kabupaten di minggu kelima Oktober, kini sudah turun menjadi 37 daerah. Ini berkat upaya Satgas dan Bapanas dalam menstabilkan harga. Tapi, kita tidak boleh berpuas diri, harus terus berupaya," ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulisnya.

    Mentan juga mencatat bahwa harga beras, baik jenis medium maupun premium, secara rata-rata nasional telah menunjukkan tren penurunan. Data dari Panel Harga Pangan menunjukkan bahwa pada 27 November, harga rata-rata beras medium di Zona 1 berada di angka Rp 13.078/kilogram, turun 1,92% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan juga terjadi di Zona 2 (2,29%) dan Zona 3 (4,67%).

    Meskipun demikian, intervensi pemerintah masih diperlukan untuk mengendalikan harga beras premium secara nasional. Meskipun telah terjadi penurunan di Zona 1 (1,01%), Zona 2 (1,68%), dan Zona 3 (4,46%), harga beras premium masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Data BPS juga mengamini adanya penurunan harga beras dalam sebulan terakhir. Harga beras medium hingga minggu ketiga November dilaporkan turun 1,54% dibandingkan Oktober 2025, sementara harga beras premium turun 1,67% dibandingkan bulan sebelumnya.

    "Produksi beras Indonesia tahun ini meningkat pesat, sehingga stok beras sangat aman. Masyarakat tidak boleh membeli beras dengan harga yang tidak sesuai HET. Di sisi lain, harga di tingkat petani juga tidak boleh jatuh. Motivasi petani harus terus dijaga, dan pemerintah harus hadir untuk melindungi mereka," tegas Amran.

    Menurut data BPS dalam Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2025, produksi beras nasional Januari hingga Desember diperkirakan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia yang berkisar di angka 30,97 juta ton, sehingga tercipta surplus sebanyak 3,8 juta ton.

    Food and Agriculture Organization (FAO) bahkan memprediksi produksi beras Indonesia untuk periode 2025-2026 dapat mencapai 36 juta ton. Proyeksi ini meningkat dibandingkan perkiraan sebelumnya yang hanya 35,6 juta ton. FAO juga melaporkan bahwa musim 2025-2026 akan mencatatkan rekor produksi beras global.

    Dengan produksi beras mencapai 36 juta ton, Indonesia menasbihkan diri sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara, melampaui Vietnam (28,2 juta ton), Thailand (22,2 juta ton), Myanmar (16,7 juta ton), Filipina (12,5 juta ton), dan Malaysia (1,5 juta ton).

    Ikuti Kami di Google News

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *