fixmakassar.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, Selasa (26/8/2025), berubah menjadi arena adu argumen. Anggota DPR mempertanyakan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2025 yang mencapai 5,12%, angka yang dianggap janggal oleh beberapa pihak. Pertanyaan-pertanyaan tajam dilontarkan bak anak panah yang menusuk jantung permasalahan.
Bonnie Triyana, anggota Komisi X DPR, mengungkapkan kecurigaan adanya rekayasa data, mengacu pada laporan sebuah majalah yang menyebut BPS memasukkan variabel tak lazim dalam perhitungan. Ia menggambarkan situasi ini seperti sebuah kue yang diberi ragi terlalu banyak, membuat hasilnya mengembang tak wajar. "Apakah ada variabel yang tak biasa dimasukkan untuk ‘membumbui’ angka pertumbuhan ekonomi?" tanyanya.

Senada, La Tinro La Tunrung juga menyuarakan keraguannya. Ia membandingkan data BPS dengan prediksi lembaga lain yang jauh lebih rendah, menciptakan sebuah dilema matematika yang sulit dijelaskan. "Seperti membandingkan apel dan jeruk," ujarnya, menunjukkan perbedaan signifikan antara data BPS dengan prediksi lembaga keuangan lainnya. Ia juga mempertanyakan efisiensi anggaran BPS yang mencapai miliaran rupiah, mengingat potensi kesalahan data yang berdampak besar pada kebijakan pemerintah. Angka tersebut baginya seperti uang yang terbuang sia-sia jika data yang dihasilkan ternyata tak akurat.
Menjawab tudingan tersebut, Kepala BPS, Amalia, menjelaskan bahwa BPS bekerja berdasarkan data riil, bukan proyeksi. Data pertumbuhan ekonomi tersebut, katanya, dihasilkan dari pengolahan 1.058 variabel, sebuah proses yang rumit dan teliti, seperti merangkai sebuah mosaik raksasa. Ia menekankan konsistensi data antara tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, sebuah proses yang memakan waktu 35 hari kerja. Penjelasannya bagaikan sebuah upaya untuk meredakan badai kecurigaan yang berhembus kencang di ruang rapat. Apakah penjelasan ini cukup meyakinkan DPR? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.






