Berita  

Bencana! Sampah Plastik Rugikan Dunia Rp24 Ribu Triliun!

Mahadana
Bencana! Sampah Plastik Rugikan Dunia Rp24 Ribu Triliun!

fixmakassar.com – Bayangan krisis sampah plastik bak momok menakutkan yang menghantui dunia. Laporan terbaru dari fixmakassar.com mengungkap kerugian fantastis akibat limbah plastik yang mencapai US$ 1,5 triliun atau setara Rp 24.450 triliun (kurs Rp 16.300) per tahun! Angka ini hanya menghitung kerugian dari sektor kesehatan saja, ibarat puncak gunung es yang menyembunyikan masalah jauh lebih besar di bawahnya.

Laporan tersebut, mengutip The Guardian, mengungkap bahwa produksi plastik yang melesat sejak 1950 – meningkat lebih dari 200 kali lipat – menjadi biang keladinya. Bayangkan, angka ini diproyeksikan akan meningkat tiga kali lipat lagi pada 2060! Lonjakan produksi plastik sekali pakai, seperti botol minuman dan kemasan makanan cepat saji, menjadi penyebab utama polusi yang merajalela.

Bencana! Sampah Plastik Rugikan Dunia Rp24 Ribu Triliun!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Saat ini, sekitar 8 miliar ton plastik mencemari bumi, dari puncak Everest hingga dasar laut terdalam. Ironisnya, kurang dari 10% plastik yang berhasil didaur ulang. Siklus hidup plastik, dari ekstraksi bahan baku hingga pembuangan, membahayakan manusia dan planet. Polusi udara, paparan bahan kimia beracun, dan mikroplastik yang masuk ke tubuh manusia adalah beberapa dampaknya. Bahkan, genangan air di wadah plastik menjadi tempat berkembang biak nyamuk pembawa penyakit, menambah beban krisis kesehatan global.

Laporan ini dirilis menjelang perundingan Perjanjian Global Plastik, di mana perbedaan pandangan tajam antara negara pendukung pembatasan produksi plastik dan negara produsen minyak menjadi hambatan. Negara produsen minyak dan industri plastik lebih fokus pada daur ulang, namun kenyataannya, plastik yang kompleks secara kimia sulit didaur ulang secara efektif. "Dunia tak bisa keluar dari krisis polusi plastik hanya dengan mengandalkan daur ulang," tegas laporan tersebut.

Lebih dari 98% plastik berasal dari minyak, gas, dan batu bara. Proses produksinya yang boros energi memicu krisis iklim dengan emisi setara 2 miliar ton CO2 per tahun, melebihi emisi Rusia! Polusi udara juga meningkat akibat produksi dan pembakaran sampah plastik. Lebih dari 16.000 bahan kimia digunakan dalam pembuatan plastik, banyak di antaranya berbahaya bagi kesehatan, terutama janin, bayi, dan anak-anak. Mikroplastik dan nanoplastik yang masuk ke tubuh melalui makanan, air, dan udara, telah ditemukan di darah, otak, dan organ vital lainnya, dengan dampak kesehatan jangka panjang yang masih belum sepenuhnya dipahami.

Para peneliti menekankan pentingnya pendekatan pencegahan. Krisis ini bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga masalah kesehatan dan ekonomi yang dampaknya terasa secara global. Kita perlu bertindak sekarang sebelum terlambat.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *