Berita  

Amarah Trump: Ancaman Keras pada Raja Obat Dunia!

Mahadana
Amarah Trump: Ancaman Keras pada Raja Obat Dunia!

fixmakassar.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menggebrak dunia farmasi dengan surat ancaman keras kepada 17 CEO perusahaan farmasi raksasa. Layaknya singa mengaum di padang savana, Trump menuntut penurunan harga obat resep di AS hingga setara dengan harga internasional. Surat tersebut, yang juga diunggah di akun Truth Social, mengancam akan dijatuhkannya aturan baru dan impor obat murah jika tuntutannya tak dipenuhi. Targetnya? Raksasa farmasi seperti Eli Lilly, Sanofi, Regeneron, Merck & Co, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca.

Dalam suratnya, Trump menuduh industri farmasi hanya "mengoper-oper kesalahan" dan meminta perubahan kebijakan yang justru menguntungkan mereka. Ia menuntut penerapan harga "most-favored-nation" untuk pasien Medicaid, menyesuaikan harga obat baru dengan harga terendah di negara-negara OECD, dan mengembalikan keuntungan berlebih dari kenaikan harga di negara lain. Bayangkan, sebuah pukulan telak bagi industri farmasi yang selama ini dijuluki sebagai "mesin uang".

Amarah Trump: Ancaman Keras pada Raja Obat Dunia!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ancaman Trump tak main-main. Ia bahkan berjanji membuka jalur penjualan langsung obat kepada pasien dengan harga "most-favored-nation", menyingkirkan perantara. Batas waktu? 29 September. "Jika Anda menolak," tegas Trump, "kami akan menggunakan semua cara untuk melindungi rakyat Amerika."

Namun, respon pasar saham menunjukkan kekhawatiran. Saham Pfizer, Eli Lilly, dan Gilead Sciences merosot hingga 2%, sementara Indeks Farmasi NYSE Arca jatuh 3%. Para analis pun skeptis. Stacie Dusetzina dari Universitas Vanderbilt menilai perusahaan mungkin akan mencoba menjual produk tertentu dengan harga lebih rendah. Sementara analis UBS, Trung Huynh, menyebut surat Trump sebagai "tembakan acak".

Ironisnya, upaya sebelumnya untuk perubahan sukarela tak membuahkan hasil. Pasien AS masih membayar harga obat resep jauh lebih mahal dibandingkan negara maju lain. Pertempuran harga obat ini, tampaknya, baru memasuki babak paling menegangkan. Akankah raksasa farmasi tunduk pada tekanan Trump, atau justru akan melancarkan perlawanan sengit? Kita tunggu saja kelanjutannya.

Ikuti Kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *